Duh! Sungai Cibareno Berubah Warna dan Bau

SEORANG warga beraktivitas di aliran Sungai Cibareno meskipun sekarang kualitasnya mulai turun. Magnet Indonesia Online/Yadi

BANTEN | MAGNETINDONESIA.CO – Kualitas air di Sungai Cibareno dinilai warga mulai turun. Kurun beberapa waktu terakhir, warnanya berubah kuning bahkan sedikit menghitam.

Kondisi itu membuat sejumlah warga di wilayah itu, terutama di Cibareno, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten, enggan menggunakan air Sungai Cibareno untuk keperluan sehari-hari. Padahal, sungai tersebut jadi andalan warga saat musim kemarau melanda.

“Baunya juga beda. Sekarang sudah nggak pernah menggunakan air sungai,” kata Abdul Manap (43), warga Kampung Babakan Asem, Desa Cibareno, Kecamatan Cilograng, Jumat (31/8/2018).

Ia mengaku takut terjadi apa-apa. Terutama takut sakit gatal-gatal. Apalagi ia pernah mendapat informasi, Sungai Cibareno telah tercemar merkuri. Kondisi tersebut membuat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan didampingi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak dan Kabupaten Sukabumi turun tangan memeriksa kondisi air Sungai Cibareno.

“Intinya kami takut menggunakan air Sungai Cibareno,” tegasnya.

Endang (41), warga Kampung Cilumayan, Desa Pasir Baru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi menyebut mayoritas masyarakat yang tidak memiliki sumur menggunakan air Sungai Cibareno untuk keperluan sehari-hari.

“Untuk mandi, biasanya kami endapkan dulu semalam. Kalau langsung dipakai kami tidak berani,” ucapnya.

Ada beberaa masyarakat yang sempat terkena gatal-gatal yang diduga berasal dari air Sungai Cibareno.

“Harapan kami semoga segera turun hujan, supaya tidak sulit mencari air,” tandasnya.

Kontributor:   Yadi
Editor:   Sulaeman