DPC Astakira Cianjur Terima Aduan Keluarga TKI yang Alami Kecelakaan Kerja

KELUARGA TKI asal Kabupaten Bandung Barat mengadukan nasib ke DPC Astakira Kabupaten Cianjur soal keluarganya yang saat ini mengalami sakit akibat kecelakaan kerja di Arab Saudi. Magnet Indonesia Online/M Najib

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – DPC Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya Pembaharuan (Astakira) Kabupaten Cianjur menerima pengaduan dari keluarga TKI asal Kampung Rongga RT 01/07, Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Keluarga mereka atas nama Iman Safaat mengalami kecelakan saat mengoperasikan mesin di salah satu perusahaan di Arab Saudi.

Keluarga Iman meminta bantuan DPC Astakira segera memulangkan anggota keluarga mereka karena kasihan dengan kondisinya. “Kami mendapatkan kabar pada 21 Juli lalu. Adik kami mengalami kecelakaan saat bekerja hingga mengakibatkan tangan kanannya hampir putus,” ujar Asep Melati, kakak kandung Iman, saat mengadu ke Sekretariat DPC Astakira Kabupaten Cianjur di Kecamatan Bojongpicung, Rabu (1/8/2018).

Dalam kondisi seperti itu, kata Asep, adiknya belum juga dipulangkan. Bahkan informasinya, lanjut dia, adiknya diduga kerap mendapatkan perlakuan kasar majikan. “Terakhir adik saya menelepon minta ingin cepat pulang ke Indonesia,” ujarnya.

Asep bingung karena tak tahu cara memulangkan adiknya. Tapi ia mendapatkan kabar di Cianjur terdapat lembaga sosial yang bisa membantu pemulangan TKI. “Saya dapat kabar dari teman,” tandasnya.

Ketua Pelaksana Harian DPC Astakira Kabupaten Cianjur, Sutisna R Hakim, mengaku akan membantu proses pemulangan TKI atas nama Iman Safaat. Meskipun Iman berdomisili di KBB, tetapi DPC Astakira Kabupaten Cianjur akan membantu sepenuhnya. “Kami tadi langsung komunikasi melalui sambungan telepon dengan TKI bersangkutan. Ternyata memang perlu dibantu karena TKI tersebut dipaksakan bekerja meskipun sakit karena kecelakaan kerja,” jelas dia.

Sutisna secepatnya memabuat laporan ke BNP2TKI, Kementerian Luar Negeri, dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung Barat. Tapi menurut Sutisna pihaknya belum bisa menyimpulkan tentang dugaan penganiayaan yang dialami TKI tersebut apakah karena kecelakaan kerja atau dianiaya majikan. “Kami belum bisa menyimpulkan terkait dugaan penganiayaan. Yang jelas kami akan memulangkan dulu TKI-nya termasuk menuntut hak-haknya,” tegas Sutisna.

KontributorM Najib
EditorBondan Prakoso