Warga Gunakan Air Sungai Meskipun Bercampur dengan Limbah Rumah Tangga

WARGA di sejumlah desa di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, mulai menggunakan air sungai untuk keperluan mandi dan mencuci bersamaan terjadinya musim kemarau. Magnet Indonesia Online/M Najib

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Sejumlah warga di Desa Cimanggu, Cibaregbeg, dan Girimulya di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, mulai memanfaatkan air sungi untuk keperluan mencuci dan mandi. Kondisi itu akibat mulai keringnya sumur di rumah-rumah warga.

“Setiap pagi dan sore saya mandi di sungai sekalian mencuci pakaian dan peralatan rumah tangga,” ujar Neng Yuli (23), warga Kampung Legok Picung, Desa Girimulya, Senin (23/7/2018).

Cahya (28), warga Kampung Legok, Desa Cimanggu, juga melakukan hal serupa.
Sementara untuk keperluan minum, ibu rumah tangga ini mengaku membeli air isi ulang seharga Rp4 ribu per galon.

“Saya setiap hari mengahabiskan 5 galon air isi ulang untuk keperluan sehari-hari,” kata Nina.

Tak semua warga menggunakan air sungai untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pasalnya, warga masih was-was dengan kualitas air sungai lantaran kerap digunakan sebagai pembuangan sampah maupun limbah rumah tangga.

“Lebih baik membeli air isi ulang saja daripada harus memanfaatkan air di sungai. Takut kena dampaknya,” kata Nina.

Nina berharap pemerintah bisa segera turun tangan mengatasi krisis air bersih sebagai dampak musim kemarau. Kalau memungkinkan, Nina berharap pemerintah membangun saluran dari sumber-sumber air sehingga warga tak perlu jauh-jauh mendapatkan air.

“Tapi itu jangka panjangnya. Yang jelas sekarang kami sedang kesulitan mendapatkan air bersih,” tandasnya.

KontributorM Najib
EditorBondan Prakoso