Polisi Ungkap Pengiriman Paket Obat-obatan Terlarang Menggunakan Jasa Ekspedisi

BARANG bukti obat keras terbatas didapat dari jasa pengiriman paket atau ekspedisi. Foto: Magnet Indonesia/Iqbal

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Jajaran Polsek Cicurug Polres Sukabumi berhasil mengungkap pengiriman paket obat keras terbatas yang menggunakan jasa ekspedisi, Jumat 26 Agustus 2022. Pengungkapan kasus tersebut berkat informasi dari petugas Bea dan Cukai Jakarta.

Berdasarkan informasi, paket obat keras terbatas yakni tramadol dan hexymer dikirim dari daerah lain dengan tujuan Sukabumi. Ada dua paket berisi obat-obatan terlarang sudah diamankan petugas kepolisian. Di antaranya resi nomor 001838184215 berisi 200 butir tramadol dan resi nomor 00639029314 terdapat 1.000 butir hexymer.

Kapolsek Cicurug, Kompol Parlan, mengatakan, informasi adanya kendaraan jasa pengiriman yang disinyalir membawa paket obat ilegal itu dari petugas Bea dan Cukai. Mereka mencurigai salah satu kendaraan ekspedisi yang menuju wilayah Sukabumi membawa paket barang terlarang.

“Anggota kami langsung mendatangi gudang ekspedisi di wilayah Sukabumi. Setelah paket yang dicurigai kami buka, ternyata benar isinya tramadol dan hexymer,” ujar Parlan, Sabtu 27 Agustus 2022.

Kemudian paket obat-obatan terlarang itu dirapikan kembali dan diserahkan kepada kurir jasa pengiriman. Selanjutnya petugas kepolisian bekerja sama dengan pegawai ekspedisi untuk menjebak si penerima paket. Namun, empunya tak kunjung datang untuk mengambil barang pesanannya.

“Pesanan paket ini sempat dibatalkan oleh pihak ekspedisi melalui aplikasi. Sehingga, kemungkinan penerima paket sudah curiga dan nggak jadi mengambilnya. Kami juga sudah melacak alamat penerima paket itu, tapi fiktif,” terangnya.

Polsek Cicurug telah melimpahkan kasus tersebut berikut barang bukti obat-obatan terlarang kepada Satnarkoba Polres Sukabumi.

Di hari sama, anggota Polsek Parakansalak juga meringkus dua remaja berinisial NF (21) dan RM (19) yang diduga sebagai pengedar obat keras terbatas. Mereka ditangkap di Kampung Bantar Muncang RT 02/02, Desa Bojong Asih, Kecamatan Parakansalak.

Pada kasus itu, turut diamankan obat tramadol sebanyak 358 butir, hexymer 1.043 butir, dan uang sebesar Rp100 ribu dari tangan NF. Sedangkan barang bukti tramadol sebanyak 27 butir dan hexymer 67 butir serta uang Rp200 ribu disita dari pelaku RM.

“Kedua pelaku ini adalah pengedar. Mereka warga Kecamatan Parakansalak,” kata Kapolsek Parakansalak, Iptu Dodi Irawan.

Kapolres Sukabumi, AKBP Dedy Darmawansyah, mengapresiasi jajarannya di Polsek Cicurug dan Parakansalak yang telah berhasil mengungkap peredaran obat keras terbatas di wilayah hukum masing-masing.

Reporter:  Iqbal S Achmad
Editor:  Marcel