Polres Sukabumi Kota Amankan Penjual dan Pengolah ‘Tutut Maut’

KAPOLRES Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro, mengamankan dua orang dan barang bukti tutut pasca-meninggal dunianya warga Kecamatan Kadudampit akibat diduga keracunan tutut. Magnet Indonesia Online/Fajar Sidik

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Kasus dugaan keracunan tutut yang dialami puluhan warga di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, memasuki babak baru. Polisi yang ikut menyelidiki kasus tersebut berhasil mengamankan dua orang.

Mereka adalah D (42), penjual tutut keliling dan ER (43), pengolah resep tutut. Keduanya tercatat sebagai warga Kabupaten Cianjur. Mereka diamankan jajaran Satreskrim Polres Sukabumi Kota, Rabu (25/7/2018) petang.

“Status mereka saksi. Keduanya kami mintai keterangan untuk mendalami kasus ini,” kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro, kepada wartawan.

Diamankannya kedua orang tersebut berdasarkan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi. Dari pengakuan kedua orang itu, mereka menjual sebanyak 65 kg tutut.

“Tutut yang sudah diolah itu lalu dipasarkan ke Sukabumi dan Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.

Biasanya D dan ER membeli tutut dari bandar di Karawang. Namun karena saat itu persediaan kosong, akhirnya mereka membeli di Purwakarta.

“Mereka berdagang tutut terbilang masih baru. Sekitar tiga bulan. Biasanya mereka berjualan pepes ikan. Karena ingin mendapatkan keuntungan lebih, dibarengi dengan penjualan tutut,” jelasnya.

Lokasi tempat pengolahan tutut di Cianjur sudah dipasangi garis polisi. Upaya itu dilakukan berkoordinasi dengan Polres Cianjur.

“Nanti kita undang dari Dinas Kesehatan untuk mengecek standard tempat pengolahannya. Sesuai dengan standard atau tidak,” tegasnya.

Susatyo masih mengkaji jeratan sanksi pidana terhadap dua orang itu yang menyebabkan orang lain mengalami luka berat atau meninggal dunia. Jeratan pidana lainnya bisa diterapkan undang-undang pangan.

“Kami akan menyelidikinya bersama-sama. Nanti kita lihat dulu hasil pemeriksaan kedua saksi,” tandasnya.

ReporterFajar Sidik
Editor:  Bondan Prakoso