Aduh! Warga di Dua Desa Mulai Ambil Air Sungai

SEORANG nenek sedang mengambil air di kali untuk keperluan sehari-harinya. Satu bulan terakhir ini di Kecamatan Cibeber tidak turun hujan akibatnya warga kesulitan air bersih. Magnet Indonesia Online/M Najib

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Sejumlah warga di dua desa di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, mulai memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, mulai memasukinya musim kemarau sejak beberapa waktu terakhir mengakibatkan sumur di setiap rumah warga terus menyusut.

“Iya, air di sumur sudah mulai kering. Sudah ada sekitar sebulanan belum turun hujan. Makanya sejak seminggu ini saya ngambil air dari sungai untuk mencuci dan mandi,” kata Nonok (50), ibu rumah tangga warga Kampung Legok Picung, Desa Girimulya, Selasa (17/7/2018).

Dua wilayah yang mulai mengalami krisis air bersih di Kecamatan Cibeber yakni Desa Girimulya dan Cibaregbeg. Nonok menyebut jika dalam dua pekan ke depan hujan tak kunjung turun, dipastikan sumur di rumahnya akan kering kerontang.

“Makanya air sumur di rumah lebih dihemat hanya untuk keperluan minum saja. Sementara keperluan lainnya mengambil air kali dengan menggunakan jerigen kecil,” kata dia.

Sementara itu Kepala Desa Cibaregbeg, Subuh Basarah, mengatakan sebagian warga di wilayah kerjanya memang sudah menggunakan air sungai untuk keperluan cuci, mandi, dan kakus. Namun air bersih untuk warga telah diantisipasi dengan memanfaatkan sumur buatan bantuan dari pemerintah pusat.

“Tapi melihat kondisi seperti ini, sekitar dua atau tiga mingguan lagi air bersih yang tersedia nggak bakal mencukupi kebutuhan warga Cibaregbeg,” ujar dia.

Ia pun sudah mengintlstruksikan kelompok tani yang mempunyai pompa air agar segera menyedot air kali. Nantinya air bisa ditampung untuk digunakan sehari-hari.

“Pompa air juga masih kekurangan karena tidak sebanding dengan kebutuhan warga,” jelasnya.

Camat Cibeber, Ali Akbar, mengaku sudah berkoordinasi dengan intansi terkait untuk memberikan bantuan teknis yang dibutuhkan dalam penyediaan sarana dan prasarana air bersih. Ali juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dan kepala desa, agar segera menagmbil langkah antisipatif memasuki kemarau panjang saat ini.

“Pihak desa diimbau agar memfasilitasi warganya untuk memenuhi kebutuhan darurat. Caranya dengan memanfaatkan pompa air yang daerahnya dekat dengan bantaran sungai,” bebernya.

Untuk mengantisipasi jangka panjang di daerah rawan kekeringan, Ali juga telah menginstruksikan kepada seluruh kepala desa dan masyarakat agar melaksanakan penghijauan di wilayah sekitaran lahan penyangga resapan air. Termasuk rencana membangun embung air.

“Nantinya embung bisa digunakan sebagai cadangan air bersih,” tandasnya.

KontributorM Najib
EditorBondan Prakoso