Ia menyebut, kurun 2019-2025 baru terbangun 25.000 unit dari total 49.000 unit rutilahu. Biaya pembangunan tersebut bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi, sebagian dialokasikan oleh pemerintah daerah. Rata-rata kondisi rumah warga yang dibangun pemerintah karena sudah hancur dan tak bisa dihuni lagi.
“Siapapun boleh menyumbang, baik pengusaha maupun dermawan dalam upaya pengentasan rutilahu di Kabupaten Sukabumi. Kalau hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah, tidak mungkin cukup. Karena biaya pembangunan untuk satu unit saja memerlukan dana sebesar Rp15-Rp25 juta, itu pun rumah sederhana,” tandasnya. (adv)
Reporter:Â Asep Fadillah
Editor:Â Rian Munajat












