Ridwan Hanif Tekankan Pentingnya Transportasi Umum dan Hunian dalam Kota Jakarta

Ridwan Hanif. Foto: pribadi/ist

JAKARTA | MAGNETINDONESIA.CO – Masalah kemacetan dan polusi di Jakarta merupakan problematika sehari-hari yang dihadapi oleh warga ibu kota. Gubernur silih berganti, tapi kemacetan dan polusi masih menjadi masalah utama di Jakarta. Tingginya ketergantungan terhadap pemakaian kendaraan pribadi, moda transportasi umum yang kurang diminati hingga tempat tinggal yang jauh dari tempat kerja menjadi faktor-faktor yang membuat Jakarta tidak bisa terlepas dari persoalan macet dan polusi.

Pada dialog di podcast Cerita Orang Dalam (COD), Ridwan Hanif mengungkapkan bagaimana agar polusi dan macet di Jakarta dapat diatasi. Menurut dia, untuk mengatasi persoalan di Jakarta, tidak bisa hanya diatasi dengan kebijakan pembatasan tahun kendaraan atau dengan hanya memperbolehkan jenis kendaraan tertentu, misalnya kendaraan listrik saja. Hal itu malah akan melahirkan masalah baru, seperti terganggunya industri otomotif dan membuat banyak orang kehilangan pekerjaan.

Pertama yang harus dibenahi mulai dari aspek peningkatan kualitas moda transportasi umum di Jakarta agar masyarakat mau berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Ridwan juga menyampaikan pentingnya memperbanyak armada bus feeder (pengumpan) yang melewati permukiman agar warga semakin mudah naik transportasi umum.

Ridwan bercerita mengenai pengalamannya ketika berada di negeri jiran Singapura. Sistem transportasi umum di Singapura sangat bagus, membuat warga di sana tidak memiliki alasan untuk memiliki kendaraan pribadi. Dia juga menekankan pentingnya trotoar yang nyaman untuk pejalan kaki, seperti trotoar lebar, tidak rusak atau bolong, dan trotoar rindang. Dengan trotoar yang nyaman akan membuat warga mau berjalan kaki.

Hal kedua yang harus dilakukan untuk mengatasi kemacetan dan polusi di Jakarta ialah penyediaan hunian yang terjangkau di pusat kota. Ridwan mengkritisi soal harga hunian di pusat kota sangat tinggi sehingga tidak bisa diakses oleh semua pihak. Dia menyayangkan dengan adanya developer-developer nakal yang menjadikan penghuni sebagai sapi perah.

Menurut Ridwan, alasan orang-orang banyak yang memilih untuk membeli rumah di wilayah Bodetabek walaupun jauh dari pusat kota Jakarta adalah karena harga yang lebih terjangkau. Jika pemerintah bisa mengendalikan harga hunian di pusat kota atau bisa memberikan insentif agar hunian terjangkau, dipastikan orang-orang akan berbondong-berbondong untuk tinggal di hunian yang dekat dengan tempat kerjanya.

Ridwan menyampaikan, apabila jarak yang harus ditempuh seseorang dari rumah ke kantornya bisa hanya beberapa menit dengan berjalan kaki, maka polusi dan kemacetan di Jakarta akan berkurang dengan sendirinya. (art)***

Oleh: Kolaborasi Monas