Sehari, Terjadi Dua Kasus Kecelakaan di PPI Pajagan yang Menimpa Perahu Nelayan

GELOMBANG di sekitaran PPI Pajagan cukup tinggi menyebabkan perahu nelayan terbalik. Foto: Magnet Indonesia/Agris Suseno

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Sebuah perahu nelayan jenis congkreng terbalik dihantam ombak besar di sekitar Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pajagan di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, sesaat akan berlayar melaut. Namun tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi, insiden perahu terbalik yang membawa 20 orang pemancing itu terjadi pada Senin (12/7/2021) sekitar pukul 16.00 WIB, saat hendak berangkat melaut. Kala itu, gelombang di Perairan Pajagan cukup besar hingga airnya menuju ke daratan. Selain perahu terbalik, di hari yang sama terjadi juga insiden tali jangkar putus saat perahu disandarkan di tengah perairan.

“Satu hari kemarin, ada dua kasus kecelakaan di sekitaran PPI yang menimpa perahu nelayan Pajagan. Satu kasus perahu terbalik diterjang ombak, kejadian lainnya tali jangkar perahu nelayan terputus di tengah perairan,” terang salah seorang nelayan Pajagan, Abah Karim (64), Selasa (13/7/2021).

Menurut Abah, kedua insiden itu disebabkan gelombang tinggi yang terjadi di wilayah Perairan Pajagan dan sekitarnya. Namun dari dua kejadian itu tidak menelan korban jiwa maupun luka.

“Alhamdulillah, mereka semuanya selamat. Tapi kalau kejadian perahu terbalik, mesin mengalami rusak dan puluhan handphone milik pemancing juga rusak. Kerugian materi ditaksir lebih kurang Rp10 juta,” sebutnya.

Abah mengaku, cuaca di wilayah Perairan Pajagan kurun sepekan terakhir tidak bersahabat. Sehingga nelayan yang hendak melaut lebih waspada dan menunggu gelombang tenang.

“Kalau sudah terjadi cuaca ekstrem di tengah perairan, banyak rintangan yang dihadapi nelayan saat melaut. Ini sudah risiko sebagai nelayan,” tandasnya.

Reporter: Agris Suseno
Editor: Hafiz Nurachman