Pepohonan di Jalan Bhayangkara Palabuhanratu Kok Ditebang, Ini Alasannya….

PETUGAS Dinas Damkar Kabupaten Sukabumi dan Polres Sukabumi menebang pepohonan di sekitaran Jalan Bhayangkara Palabuhanratu. Foto: Magnet Indonesia/Agris Suseno

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi dan Polres Sukabumi menebang pepohonan yang terdapat di sekitaran Jalan Bhayangkara Palabuhanratu. Pasalnya, pohon-pohon itu sudah terlalu condong ke jalan dan rawan tumbang saat hujan deras disertai angin kencang.

“Kami bersama personel Polres Sukabumi berinisiatif menebang pepohonan di Jalan Bhayangkara. Ini sebagai bentuk antispasi terjadinya pohon tumbang di jalan yang selalu ramai dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat,” kata Komandan Pos Damkar Wilayah Palabuhanratu, Iwan Gunawan, Sabtu (27/2/2021).

Menurut Iwan, selain rawan tumbang, penebangan pohon ini dilakukan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas di Jalan Bhayangkara. Apalagi, daun-daun pepohonan di jalan protokol itu sudah terlalu rimbun dan berguguran.

“Intinya, agar pengguna jalan lebih nyaman dan terjaga keselamatannya saat berkendara,” tegasnya.

Sedikitnya delapan batang pohon terpaksa ditebang di sepanjang Jalan Bhayangkara. Karena pohon-pohon itu sudah miring hingga menjulur ke jalan dan nyaris kena kendaraan yang sedang melintas.

“Untuk sementara penebangan pohon kami lakukan hanya di Jalan Bhayangkara saja. Kalau melihat ada pepohonan di jalan raya yang dapat membahayakan keselamatan pengendara, segera laporkan ke petugas Damkar. Tentu akan kami tindaklanjuti segera,” imbuhnya.

Hendra (39), salah seorang pengendara yang sedang melintas mengapresiasi langkah petugas gabungan yang sudah menebang pepohonan di Jalan Bhayangkara. Sebab, keberadaan pohon-pohon itu dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

“Memang harus segera ditebang. Kalau tumbang bisa mencelakai pengendara. Tapi jangan hanya di Jalan Bhayangkara saja, kalau bisa pepohonan di pinggir jalan nasional lainnya juga perlu diantispasi karena sudah cukup tua,” pungkasnya.

Reporter: Agris Suseno
Editor: Hafiz Nurachman