Marwan Punya Kenangan Indah dengan Nomor 2, Iyos Sebut Bentuk Keseimbangan

PASANGAN calon bupati dan wakil bupati Sukabumi, Marwan Hamami-Iyos Somantri memberikan keterangan pers seusai pengundian nomor urut. Foto: Magnet Indonesia/Agris Suseno

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Bupati Sukabumi yang merupakan petahana, Marwan Hamami, pada Pilkada 2020 memilih berpasangan dengan Iyos Somantri yang merupakan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi. Keduanya pun mendeklarasikan diri dengan nama Mariyos alias Marwan dan Iyos.

Pada tahapan pengundian yang digelar KPU Kabupaten Sukabumi di Grand Inna Samudra Beach Hotel Palabuhanratu, pasangan tersebut mendapatkan nomor urut 2. Bagi Marwan maupun Iyos, nomor 2 memiliki makna tersendiri.

“Nomor ini sesuai harapan. Dulu waktu Pilkada periode lalu, saya juga mendapat nomor urut 2. Waktu itu terpilih. Insya Allah pada Pilkada tahun ini pun saya dan pak Iyos bisa menang,” kata Marwan dalam sambutannya seusai pengundian nomor urut.

Marwan mengaku, ia bersama pasangan sudah saling melengkapi sehingga bisa seimbang dalam bergerak. Marwan dikenal cukup ofensif. Sedangkan Iyos dikenal cukup defensif.

“Saya ibarat api, pak Iyos ibarat air. Jadi bisa saling melengkapi. Dengan saling melengkapi ini, pemikiran-pemikiran kami bisa membangun Kabupaten Sukabumi jauh lebih baik lagi untuk melanjutkan kebaikan,” jelasnya.

Marwan pun masih mempertahankan aspek-aspek religiusitas. Bagi pasangan ini, keagamaan sangat penting untuk mengimbangi perkembangan zaman di era revolusi 4.0 atau lebih ke arah digitalisasi.

“Harus ditanamkan keimanan dan ketakwaan yang kuat. Kemudian kita juga mendorong kemandirian untuk memajukan masyarakat bisa lebih maju,” terangnya.

Artinya, masyarakat khususnya kalangan milenial terus didorong berinovasi membangun Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, mereka memiliki gagasan dan ide kreatif.

Calon wakil bupati, Iyos Somantri, menambahkan angka 2 bisa dimaknai sebagai pasangan yang ideal. Pasangan ini bertekad melanjutkan kembali kebaikan dalam berbagai hal.

“Keseimbangan manusia itu adalah hidup di dunia dan di akhirat,” tandasnya.

Kontributor: Agris Suseno
Editor: Raditya