Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Usulkan Penambahan KWT Penerima Program P2L

KELOMPOK Wanita Tani (KWT) Mustika Bumi mendapat kunjungan dari jajaran Polres Sukabumi Kota. Foto: Ist

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi mengusulkan sejumlah Kelompok Wanita Tani (KWT) di Wilayah I sebagai penerima manfaat program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) susulan berupa sarana produksi pertanian (saprotan). Usulan tersebut sudah diajukan ke Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian.

“Kegiatan P2L ini untuk mendukung program pemerintah dalam penanganan prioritas daerah rentan rawan pangan atau pemantapan daerah tahan pangan. Alhamdulillah, produksi pertanian mereka bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional maupun lokal,” kata Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sukabumi Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Diat Sujatman, Rabu (1/7/2020).

Sejauh ini baru satu KWT di Wilayah I yang mendapatkan bantuan program P2L yakni KWT Mustika Bumi di Desa Perbawati Kecamatan Sukabumi. KWT Mustika Bumi yang diketuai Cucu Sumiati, Erni Rahayu sebagai Sekretaris, dan Dede Rusmiati sebagai bendahara itu pun mendapat kunjungan dari jajaran Badan Ketahanan Pangan Kementan pada Juni lalu untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi atas bantuan yang telah diterimanya.

Di Kecamatan Sukabumi, sebut dia, pada 2021 hanya KWT Kenanga di Kampung Karawang Kidul RT 02/01, Desa Karawang, yang diajukan untuk mendapatkan bantuan program P2L.

“Mudah-mudahan usulan penambahan KWT pada program P2L bisa terealisasi tahun depan untuk mendukung ketahanan pangan,” imbuhnya.

Menurut Diat, P2L adalah kegiatan yang dilaksanakan kelompok masyarakat secara bersama-sama mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan. Tujuannya meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, serta pemanfaatan pangan untuk rumah tangga sesuai dengan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.

“Kelompok masyarakat ini melakukan pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur, dan lahan kosong yang tidak produktif sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga. Termasuk meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui penyediaan pangan yang berorientasi pasar,” tandasnya. (adv)

Kontributor:  Medi Ardiansyah
Editor:  Eddy Surya Wijaya