Kementerian Kelautan dan Perikanan Tunjuk Kabupaten Sukabumi Kembangkan Model Klaster Tambak Udang

DIRJEN Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, berbincang dengan Bupati Sukabumi. Foto: Magnet Indonesia/H Asep

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Kabupaten Sukabumi dijadikan model klaster tambak udang di Jawa Barat. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan pun melakukan identifikasi lokasi model klaster tambak udang di wilayah yang digadang-gadang terluas kedua di Jawa dan Bali itu.

“Kegiatan identifikasi model klaster tambak udang ini untuk mendukung peningkatan ekspor udang pada 2024 sebesar 250 persen,” kata Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, di sela kunjungan kerja di Pendopo Sukabumi, Rabu (3/6/2020).

Udang merupakan komoditas hasil perikanan laut yang menempati nilai ekspor tertinggi selain ikan tuna. Pemerintah melihat saat ini udang sebagai komoditas strategis teratas.

“Prospek udang tidak terbatas untuk kebutuhan masyarakat. Intinya, udang banyak diminati masyarakat dunia,” ujar Slamet.

Kementerian Kelautan dan Perikanan melihat potensi pengembangan tambak udang itu salah satunya berada di Kabupaten Sukabumi.

“Indonesia penghasil udang kedua setelah India. Namun, pengelolaannya belum berkelanjutan. Makanya akan membuat model percontohan tambak udang berkelanjutan. Daerah Sukabumi memiliki potensi besar. Pengembangannya nanti di wilayah pantai selatan Sukabumi,” ungkap Slamet.

Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjuk Kecamatan Ciemas sebagai lokasi pengembangan klaster tambak udang di wilayah pesisir selatan Kabupaten Sukabumi. Nanti pembudidaya atau penambak udang akan diberikan pembinaan cara budi daya yang baik agar hasilnya memuaskan.

“Di sana kita bangun kawasan terdiri dari kluster-kluster tambak udang,” beber Slamet.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, menambahkan lokasi pengembangan klaster tambak udang semula ditunjuk di Desa Sukatani, namun ada pergeseran. Sebab, Sukatani merupakan kawasan pengembangan pariwisata.

“Tambak udang berkelanjutan ini bisa menjadi pusat pengembangan wilayah selatan. Selain udang, di wilayah selatan juga bisa untuk pengembangan kepiting dan sidat,” jelas Marwan.

Budi daya udang di wilayah selatan Sukabumi sangat berpotensi jika dikembangkan. Seperti Kecamatan Ciemas, Cibitung, dan Tegalbuleud berpotensi untuk meningkatkan budi daya di Jabar.

“Tata ruang untuk perikanan di wilayah selatan sudah ada, termasuk klaster tambak udang,” tandasnya. (adv)

Kontributor: H Asep
Editor: Bardal