Kasihan! Pasutri Asal Bantargadung Tinggal di Rutilahu di Palabuhanratu

LURAH Palabuhanratu, Deni Zulfan Aminudin, memberikan bantuan sembako kepada keluarga Kholid, Minggu (19/4/2020). Foto: Ist

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Pasangan suami-istri asal Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi tinggal di sebuah gubuk di Kampung Cipatuguran RT 04/20, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu. Kehidupan mereka cukup mengenaskan karena sang suami diketahui bernama Kholid, sudah tak bisa beraktivitas menafkahi keluarganya karena sakit.

Di Palabuhanratu mereka tak punya saudara. Rumah gubuk berukuran sekitar 2×2 meter pun berdiri di lahan milik orang lain. Untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, mereka mengandalkan pemberian orang lain.

Informasi itu sampai ke telinga Lurah Palabuhanratu, Deni Zulfan Aminudin. Ia bersama Camat Palabuhanratu Ahmad Syamsul Bahri, pun bergerak cepat mendatangi pasutri tersebut.

Benar saja, saat tiba di rumah gubuk pasutri itu, lurah dan camat kaget melihat kondisi warga yang tinggal di wilayahnya. Apalagi diketahui Kholid sedang sakit. Ia sengaja tak berobat ke puskesmas ataupun rumah sakit karena tak memiliki biaya.

“Kasihan. Mereka perlu dibantu,” terang Lurah Palabuhanratu, Deni Zulfan Aminudin, Minggu (19/4/2020).

Lurah dan camat tentu saja datang tanpa tangan kosong. Mereka membawa kebutuhan sembako ala kadarnya yang berasal dari kantong pribadi. Setidaknya, bantuan yang diberikan bisa menyambung hidup kebutuhan Kholid sekeluarga.

“Tak hanya butuh bantuan pangan, tapi juga sandang dan papan. Rumah mereka tidak layak huni,” ucapnya.

Deni mengaku mendapati kondisi tersebut langsung berniat memperbaiki rutilahu pasutri tersebut. Hanya sayang, rutilahu yang ditempati mereka berdiri di atas lahan milik orang lain.

Deni berharap ada kejelasan status lahan tersebut agar bisa mendapat bantuan perbaikan rutilahu.

“Kita lihat Kartu Keluarga. Ternyata mereka warga Kecamatan Bantargadung. Tapi tetap harus dibantu. Insya Allah, saya bersama pak camat akan memperjuangkan rumah layak huni untuk pak Kholid. Biaya rehabilitasi rumah itu bisa dari CSR BJB, pengusaha, atau pemerintah daerah. Mudah-mudahan rumah layak huni buat pak Kholid bisa segera terwujud,” tandasnya.

Kontributor: Medi Ardiansyah
Editor: A Ahda