Poktan Cibitung Butuh Bantuan Pupuk dan Biaya Tanam Pepaya Serta Padi

KEBUN pepaya milik Poktan Cibitung di Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Foto: Ist

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Kelompok Tani (Poktan) Cibitung di Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, fokus pada bidang budi daya tanaman pepaya dan padi. Saat ini Poktan Cibitung berharap ada bantuan pupuk serta pembiayaan dari pemerintah.

“Terakhir kami mendapat bantuan itu pada 2013. Bantuannya berupa alat saprodi (sarana produksi) yakni traktor tangan. Sekarang kami membutuhkan bantuan pupuk dan biaya untuk penanaman,” kata Ketua Poktan Cibitung, Hendi, kepada magnetindonesia.co, Senin (2/3/2020).

Selama ini, kata dia, biaya pembelian pupuk berasal dari kocek masing-masing anggota kelompok. Dari 25 anggota Poktan Cibitung yang aktif, hanya sebagian saja menanam pepaya. Sebagian lagi sebagai petani padi sawah dan ladang.

“Anggota kami tidak semuanya mampu membiayai sendiri saat musim tanam tiba. Karena itu, kami membutuhkan bantuan pupuk sekaligus biaya untuk penanaman pepaya dan padi,” ujarnya.

Luas lahan pertanian di Poktan Cibitung khusus untuk penanaman pepaya sekitar 30 hektare. Lahan yang digarap Poktan Cibitung merupakan milik PTPN VIII Pasir Badak dengan sistem penanaman tumpang sari.

“Sumber air untuk menyiram tanaman kami ambil dari Sungai Cijarian menggunakan mesin pompa,” ungkap Hendi.

Kasubbag TU UPT Dinas Pertanian Wilayah IV Palabuhanratu, Yadi Humayadi, menegaskan tahun ini tidak ada program bantuan dari pemerintah yang disalurkan bagi petani hortikultura. Termasuk bantuan dana hibah untuk biaya penanaman.

“Dinas Pertanian pada tahun ini tidak merancang program bantuan pupuk bagi petani hortikultura. Kemungkinan tahun depan bisa dibuatkan program. Tapi itu juga harus diajukan ke Kementerian Pertanian. Karena dinas tidak punya alokasi anggaran untuk pengadaan pupuk,” tandasnya. (adv)

Kontributor : Aditya TN
Editor: Hafiz Nurachman