Petani Cabai di Cianjur Cukup Terdampak Pandemik Covid-19

PASOKAN cabai dari Gapoktan Mujagi ke sejumlah restoran di Jakarta berkurang dampak pandemik virus corona. Foto: magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Kalangan petani tanaman hortikultura di Kabupaten Cianjur merasakan dampak pandemik Covid-19. Salah satunya petani cabai tergabung dalam Gapoktan Multi Jaya Giri (Mujagi).

Tingkat pemasaran hasil produksi cabai yang biasa dikirim ke luar daerah turun drastis sekitar 25 persen. Namun dampak dari kondisi pandemik Covid-19 yang terjadi secara global ini cukup dimaklumi para petani.

“Kami sudah kontrak dengan sejumlah pemilik restoran di Jakarta mengenai pasokan cabai. Dengan kondisi sekarang, pengiriman hanya 2 kuintal dari biasanya rata-rata 5 kuintal per hari,” kata Ketua Gapoktan Mujagi, Suhendar, kepada magnetindonesia.co, Rabu (25/3/2020).

Berkurangnya pasokan cabai tersebut dimungkinkan ada penurunan jumlah tamu restoran. Namun, kondisi yang terjadi saat ini tak menyurutkan para petani untuk terus berproduksi.

“Kami sudah imbau kepada semua anggota tetap sebanyak 70 orang dan puluhan orang lainnya yang merupakan jaringan Gapoktan Mujagi agar mematuhi instruksi pemerintah menyikapi penyebaran corona ini,” terangnya.

Ia optimistis ‘badai’ wabah corona akan segera berlalu. Para petani pun akan beraktivitas seperti biasa.

Reporter: Ruslan Ependi
Editor: Hafiz Nurachman