Kuasa Hukum Tergugat Sengketa Waris Ajukan PK ke MA Melalui Pengadilan Agama Cibadak

YAYA Omy SH, Asna Arif Syaikhon SH, dan Aulia Amri SH dari kantor pengacara OMY & CO, selaku kuasa hukum tergugat mengajukan PK ke Mahkamah Agung melalui Pengadilan Agama (PA) Cibadak Kabupaten Sukabumi, Senin (9/3/2020). Foto: Magnet Indonesia

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Kuasa hukum pihak tergugat dalam perkara sengketa tanah waris di Kampung Kidang Kencana RT 02/27, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung melalui Pengadilan Agama (PA) Cibadak Kabupaten Sukabumi. Gugatan diserahkan melalui Yaya Omy SH, Asna Arif Syaikhon SH, dan Aulia Amri SH dari kantor pengacara OMY & CO.

Sengketa waris sebidang tanah seluas 400 meter persegi itu berujung terjadinya gugatan yang dilakukan Nenah Jaenah Binti M Udi Cs sebagai penggugat kepada Maemunah Binti Iya Dimaja dan Juariyah Binti Iya Dimaja sebagai pihak tergugat.

“Hari ini kami mengajukan PK melalui PA Cibadak dalam perkara gugatan sengketa waris. Alasan diajukannya upaya hukum luar biasa ini karena klien kami adalah pemilik sah atas objek sengketa tanah yang telah diuji di peradilan umum,” kata Yaya Omy SH, kuasa hukum tergugat Maemunah Binti Iya Dimaja dan Juariyah Binti Iya Dimaja, usai menyerahkan berkas pengajuan PK di PA Cibadak, Palabuhanratu, Senin (9/3/2020).

Sebelumnya, PA Cibadak menerbitkan surat pemberitahuan eksekusi pengosongan objek dengan Nomor: W10-A15/461/Hk.05/II/2020 dalam perkara Nomor: 302/Pdt.G/2008/PA.Cbd. Diperkuat dengan penetapan Ketua PA Cibadak Nomor: 02/Pdt.Eks/2019/PA.Cbd Jo Nomor: 302/Pdt.G/2008/PA.Cbd Jo Nomor: 133/Pdt.G/2009/PTA.Bdg Jo Nomor: 400/K/AG/2010/PA.Cbd perihal perintah pelaksanaan eksekusi pengosongan terhadap objek sengketa berupa sebidang tanah seluas 400 meter persegi dengan sertifikat hak milik (SHM) No. 2281 yang terletak di Kampung Kidang Kencana RT 02/27, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu.

Namun perkara itu digugat balik penggugat ke Pengadilan Negeri (PN) Cibadak dengan perkara Nomor: 11/Pdt.G/201/PN.Cbd. Pada amar putusan PN Cibadak itu memerintahkan kepada turut tergugat yakni Kantor BPN Kabupaten Sukabumi untuk merubah nama dalam SHM No. 2281 dari atas nama M Udi kepada atas nama para penggugat, Maemunah Binti Iya Dimaja dan Juariyah Binti Iya Dimaja.

“Dengan terbitnya putusan aquo atau amar putusan PN Cibadak, secara otomatis menggugurkan objek gugatan terkait harta waris di PA Cibadak. Dikarenakan terbukti secara sah bahwa SHM No. 2281 tersebut bukanlah harta milik M Udi dan bukan pula harta yang dapat diwariskan kepada garis keturunannya. Jadi, tanah dan bangunan itu yang berhak adalah milik ahli waris almarhum Iya Dimaja karena subjek hukumnya sudah jelas dan dapat dibuktikan,” jelas Yaya.

Yaya menyebut, dalam amar putusan tersebut juga menyatakan bahwa para ahli waris M Udi Cs sebagai tergugat di PN Cibadak telah melakukan perbuatan melawan hukum dan penggugat, Maemunah Cs sebagai ahli waris yang sah atas sebidang tanah seluas 400 meter persegi tersebut.

“Kami juga mendapat salinan surat pernyataan yang ditulis M Udi semasa hidupnya pada 2005 silam. Ia menyatakan tanah dan bangunan itu bukan miliknya, melainkan milik keluarga ahli waris almarhum Iya Dimaja yakni Maemunah Cs,” ungkap dia.

Kasus gugatan sengketa waris itu bergulir di PA Cibadak sejak 12 tahun lalu. Ahli waris dari almarhum M Udi Cs menggugat sebidang objek bangunan dan tanah seluas 400 meter persegi yang ditempati para ahli waris almarhum Iya Dimaja.

M Udi merupakan menantu Iya Dimaja yang menikahi anak sulungnya yang bernama Unayah. Selama berumah tangga, M Udi tidak memiliki keturunan dari Unayah. Sebelum menikahi Unayah, M Udi mempunyai tiga orang anak dari pernikahan sebelumnya. Unayah sendiri adalah kakak kandung yang sekarang menjadi tergugat yakni Maemunah Binti Iya Dimaja Cs.

Setelah sepeninggalan almarhum Iya Dimaja, tanah hak miliknya seluas 400 meter persegi itu pada 1984 dibaliknamakan atas nama M Udi dengan SHM No. 2281. Pembuatan sertifikatnya melalui program nasional agraria (Prona).

Pada 2008, anak-anak dari almarhum M Udi, melakukan gugatan atas objek tersebut melalui PA Cibadak. Maemunah dan saudara kandung yang lainnya menjadi tergugat atas sengketa objek sebidang tanah itu hingga berujung penetapan eksekusi yang diterbitkan PA Cibadak.

Reporter: Fadillah
Editor: A Ahda