Jumlah Penumpang di Terminal Pasirhayam Cianjur Turun Drastis

TERMINAL Pasirhayam Cianjur sepi dari aktivitas penumpang faktor mewabahnya Covid-19. Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Penumpang di Terminal Pasirhayam Cianjur turun drastis menyusul terjadinya pandemi Covid-19. Armada bus AKAP dan AKDP pun menghentikan operasionalisasinya.

“Bus biasanya ngetem selama 15 menit, sekarang menjadi 2 jam lebih. Itupun belum tentu berangkat karena jumlah penumpang yang sangat sedikit,” ujar Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Hendra Wirawiharja, kepada magnetindonesia.co, Senin (30/3/2020).

Sejauh ini, jumlah armada AKAP yang terdata Dishub Kabupaten Cianjur sebanyak 95 unit. Sedangkan armada AKDP berjumlah lebih dari 100 unit. Mulai berhentinya operasi AKAP dan AKDP, kata Hendra, berjalan lurus dengan rencana Dishub yang akan segera menerbitkan surat imbauan kepada perusahaan bus soal pemberhentian operasi untuk alasan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kecuali bus lintasan seperti Jakarta menuju Bandung, Jakarta-Garut, ataupun armada bus lainnya yang hanya melintas Cianjur saja,” kata dia.

Namun angkutan bus dalam kota, terutama jurusan Cianjur menuju ke selatan yang jumlahnya sekitar seratus lebih itu, tetap diperbolehkan beroperasi. Selain tidak terlalu riskan terpapar penyebaran Covid-19, hal tersebut juga untuk menunjang interkoneksi masyarakat Cianjur.

“Semua jurusan menuju ke wilayah Cianjur selatan tidak ada perubahan,” tambah Hendra.

Kendati demikian, Hendra tak memungkiri penumpang bus angkutan dalam kota menuju ke Cianjur selatan saat ini menurun. Mereka adalah penumpang yang biasanya pulang kampung di hari libur. Mereka juga kebanyakan dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bekasi, dan daerah industri lainnya.

“Keterangan ini saya dapatkan dari laporan Kepala Terminal Pasirhayam,” tandasnya.

Kontributor: Ruslan Ependi
Editor: Bardal