Gapoktan Minta Pemerintah Maksimalkan Produksi Bawang Putih Lokal

GAPOKTAN Mujagi berharap pemerintah mulai membatasi impor bawang putih. Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Petani bawang putih di Kabupaten Cianjur mengeluh masih terjadinya impor komoditas tersebut. Padahal, pemerintah sendiri berupaya mengimplementasikan swasembada bawang putih pada 2021.

“Harusnya dari sekarang mulai dibatasi. Kalau petani Indonesia sudah surplus produksinya, maka penutupan impor bawang putih wajib dilakukan pemerintah,” ujar Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Multi Jaya Giri (Mujagi), Suhendar kepada magnetindonesia.co, Minggu (22/3/2020).

Sejauh ini, kata dia, bawang putih lokal asal Indonesia yang kualitasnya cukup bagus berasal dari NTT bernama Sembalun. Mestinya, produksi komoditas tersebut terus digenjot bukan malah mengimpor.

“Tapi dari segi harga dan kualitas, bawang putih asal China itu ukurannya lebih besar dan harganya lebih murah dari bawang putih lokal asal Sembalun,” ujarnya.

Namun harus dipahami dan disosialisasikan pemerintah, bahwa kualitas bawang putih lokal asal bibit Sembalun jauh di atas bawang putih impor. Baik itu dari segi rasa lebih pedas, bau khas yang lebih segar dan kandungan gizi, nutrisi atau zat aclinnya lebih tinggi.

“Petani bawang putih lokal wajib dibantu pemerintah. Itupun kalau mau masyarakat Indonesia mengonsumsi bumbu masak berkualitas tinggi yang diproduksi anak bangsa sendiri,” tandasnya.

Reporter: Ruslan Ependi
Editor: Hafiz Nurachman