Budi Daya Maggot Jadi Tren Baru di Sukabumi

WARGA Kampung Mangkalaya, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, membudidaya maggot yang dapat mengurai sampah anorganik. Foto: Magnet Indonesia/Rizky Miftah

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Budi daya maggot diyakini bisa menjadi solusi mengurangi volume sampah. Di Kabupaten Sukabumi, budi daya maggot menjadi tren baru di kalangan masyarakat, seperti yang dilakukan di Kampung Mangkalaya, Kecamatan Gunungguruh.

Di bawah peran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), budi daya maggot terus dikenalkan kepada masyarakat. Melalui program stimulan, PK KNPI Kecamatan Gunungguruh mengadakan pelatihan budi daya maggot larva lalat hitam atau nama latin (Hermetia Illucens) untuk mengurangi sampah organik.

“Kegiatan ini untuk mendorong semangat pemuda dalam mengentaskan permasalahan sampah. Pemuda menjadi bagian dari perubahan pola membuang sampah serta memilah dari sumbernya,” ujar Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi Regi Afriansyah, Senin (16/3/2020).

Selain pelatihan dan pemaparan materi, kata Regi, para peserta dari perwakilan PK KNPI juga dibekali bahan dasar budi daya BSF seperti jaring untuk lalat bertelur, media penetasan, dan beberapa peralatan lainnya.

“Ke depan, program pelatihan ini bisa berjalan di masing-masing kecamatan,” tuturnya.

Ketua Komunitas Rumah Maggot, Solihin, memaparkan kegiatan ini ke depan bisa bersama membangun beberapa Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) untuk mengurangi sampah dengan menggunakan daur ulang lalat maggot.

“TPS3R ini terkoneksi dan terintegrasi dari sumbernya masing-masing. Sampah bisa di pilah. Sumber terbesar adalah sampah organik. Semoga ke depan budi daya maggot mampu meminimalisir sampah yang ada di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.

Kontributor: Rizky Miftah
Editor: Afillah Akbar