Warganet Soroti Pembangunan Pasar Pelita, Ada Apa?

LOKASI proyek pembangunan Pasar Pelita Kota Sukabumi sedang sepi dari aktivitas para pekerja. Foto: Magnet Indonesia/Rizky Miftah

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Pembangunan Pasar Pelita Kota Sukabumi yang saat ini tengah dikerjakan PT Fortunindo Artha Perkasa mendapat sorotan warganet. Pasalnya, ramai di media sosial Facebook soal tidak adanya pekerja di lokasi pembangunan.

Padahal, pembangunan pasar terbesar di Kota Sukabumi itu ditarget selesai pada 16 April. Sejumlah elemen masyarakat pun angkat bicara menyikapi ramainya pemberitaan di media sosial.

“Penyelesaian pembangunan Pasar Pelita itu kan sudah menjadi komitmen. Artinya, harus selesai tepat waktu. Kalau sekarang ramai pemberitaan di media sosial tidak ada pekerja di lokasi, Pemkot Sukabumi harus berani menegurnya,” kata Syahid Arsalan, pengamat kebijakan publik, kepada wartawan, Kamis (30/1/2020).

(Baca Juga: Harga Lapak di Pasar Pelita Dibanderol Rp45 Juta, Mahasiswa IMM Unjuk Rasa ke Balai Kota)

Penyelesaian pekerjaan sekarang pun merupakan tambahan (addendum). Mestinya, kata Syahid, pihak pengembang memanfaatkan betul penambahan waktu tersebut, bukan malah terkesan santai.

(Baca Juga: Pedagang Pasar Pelita Bersiap Dipindah ke Eks Terminal Sudirman)

“Kalau saya amati, progres pembangunannya memang kurang maksimal dari jumlah pekerja. Kalau melihat kondisi ini, saya pesimistis bisa selesai tepat waktu,” tuturnya.

(Baca Juga: Dipindah ke Ciwangi, Omzet Pedagang Cimol di Kota Sukabumi ‘Terjun Bebas’)

Apalagi tidak mungkin ada penambahan waktu tahap kedua karena keputusannya selesai April sudah final. Jika tak selesai tepat waktu, kata dia, tentu berimbas terhadap Pemkot Sukabumi, utamanya kepala daerah.

“Yang kasihan tentu pedagang. Tapi kita berharap pembangunannya selesai tepat waktu sesuai rencana. Makanya perlu memperketat pengawasan,” tandasnya.

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, mengaku optimistis pembangunan Pasar Pelita bisa selesai tepat waktu. Meski sekarang ramai pemberitaan di media sosial, Fahmi akan berkoordinasi dengan pihak pengembang.

“Kami rutin memantau dan melakukan rapat sejauh mana progres pembangunan Pasar Pelita,” cetusnya.

Kontributor:  Rizky Miftah
Editor:  Bardal