Pedagang Pasar Induk Cianjur Nilai Pemkab Tak Konsisten

PEDAGANG Pasar Induk Cianjur (PIC) menunding Pemkab Cianjur tak konsisten soal aturan berdagang. Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Para pedagang Pasar Induk Cianjur (PIC) menunding Pemkab Cianjur tak konsisten soal aturan berdagang. Dulu mereka digiring harus mau direlokasi ke Pasar Induk Cianjur dan menjamin tak ada lagi yang berjualan di Pasar Bojongmeron maupun di pinggir jalan.

Namun kenyataannya jadi kontradiktif. Saat ini banyak pedagang yang berdagang di Pasar Bojongmeron maupun di pinggir jalan.

“Bupati terdahulu selalu bilang akan melindungi pedagang. Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Begitu juga Plt Bupati sekarang. Katanya dulu Pasar Bojongmeron itu sudah tidak boleh lagi dipakai berjualan. Tapi sekarang masih banyak yang berjualan di sana,” kata Ajat Sudrajat, pedagang di PIC, Sabtu (13/4/2019).

Ajat merasakan betul anjloknya penghasilan selama hampir 11 bulan berjualan di PIC karena sepi pembeli. Peningkatan penjualan hanya diharapkan saat nanti masuk Puasa dan menjelang Idul Fitri.

“Tapi kalau ada semacam bazzar murah di wilayah kota, tak menutup kemungkinan penghasilan kami masih sepi,” jelasnya.

Ajat mengaku sudah terpikirkan memilih berjualan di trotoar jalan raya. Sebab, jika kondisinya terus seperti ini, bisa jadi jualannya bangkrut.

“Bukan kami tak mau taat aturan. Tapi kami juga butuh penghasilan untuk keluarga,” terangnya.

Bahkan Ajat bersama para pedagang lainnya mengancam melakukan aksi demo menuntut konsistensi dari Pemkab Cianjur terhadap kebijakan dulu.

“Pemkab dalam hal ini Plt Bupati wajib memerhatiman nasib para pedagang. Kalau belum ada kejelasan juga terpaksa kami turun ke jalan. Ini sudah jadi wacana kami,” tegasnya.

Kontributor:   Ruslan Ependi
EditorSulaeman