PMII Tuntut Realisasi Program 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi

SEJUMLAH mahasiswa tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sukabumi berunjuk rasa ke Balai Kota Sukabumi, Senin (10/12/2018). Magnet Indonesia Online/Iqbal Salim

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Mahasiswa tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sukabumi berunjuk rasa ke Balai Kota Sukabumi, Senin (10/12/2018). Mereka menagih janji politik 100 hari kerja pasangan wali kota dan wakil wali kota Sukabumi periode 2018-2023.

Ketua PMII Cabang Sukabumi, Budiman, menegaskan terdapat 5 program prioritas duet pasangan Achmad Fahmi-Andri Setiawan Hamami dalam program 100 hari kerja. Lima program prioritas yang harus segera direalisasikan itu di antaranya penyelesaian pembangunan Pasar Pelita, merealisasikan Perda menyangkut PKL, merealisasikan Perda Parkir dan medorong BUMD sebagai pendongkrak APBD, mendukung diberlakukannya Perda Kos-kosan, serta mendorong pemerintah merealisasikan program pemberdayaan kepemudaan mandiri enterpreneur di setiap kelurahan.

“Kami menilai Pemkot Sukabumi gagal merealisasikan program 100 hari kerja,” kata Budiman.

Mahasiswa meminta bertemu langsung wali kota dan wakil wali kota. Namun keinginan itu batal karena wali kota dan wakil wali kota tak ada di tempat. Mereka kemudian bergerak ke gedung DPRD untuk melakukan aksi unjuk rasa dengan pengawalan aparat kepolisian.

“Kami tidak butuh pencitraan. Kami butuh pembuktian,” tegasnya.

Budi juga menyayangkan tidak bisa menemui wali kota. Rencananya akan melakukan rapat pleno internal untuk kembali menggelar aksi.

“Kami sangat kecewa tidak bisa ketemu wali kota. Nanti kita adakan rapat pleno untuk melanjutkan aksi ini,” tandas Budi.

Para mahasiswa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Tapi mereka mengancam akan melakukan aksi serupa dengan turun ke jalan usai rapat pleno.

Kontributor:   Iqbal Salim
Editor:   Sulaeman