Pendapatan Pajak Daerah Kabupaten Sukabumi Capai 98 Persen

Ilustrasi. Foto: Istimewa/Net

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Pendapatan pajak daerah Kabupaten Sukabumi menjelang akhir tahun sudah mencapai 98 persen. Jika dinominalkan besaran realisasi pendapatannya mencapai Rp217.782.000.000 miliar.

Terdapat 11 jenis pajak daerah yang berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) yakni pajak tempat hiburan, hotel, restoran, reklame, parkir, penerangan jalan umum, mineral bukan logam dan bantuan, air bawah tanah (sanitasi), walet, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Kami (Badan Pendapatan Daerah) tidak ditekan soal target pajak per tahun sebab pendapatan itu tergantung masyarakat atau wajib pajak (WP) yang mengajukan permohonan perizinan kepada Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP),” kata Sekretaris Bapenda Kabupaten Sukabumi, Ardiana, Selasa (11/12/2018).

Progres realisasi pendapatan yang didapat dari pajak daerah tahun ini berjalan cukup signifikan. Kondisi itu dipengaruhi menggeliatnya perekonomian di Kabupaten Sukabumi. Satu di antaranya banyak investor yang menanamkan modalnya di bidang tanah untuk usaha, sehingga pajak BPHTB-nya berkontribusi terhadap pendapatan.

“PBB dan BPHTB adalah dua jenis pajak yang menjadi andalan Pemkab Sukabumi,” kata dia.

Pendapatan dari sektor PBB tergantung tingkat kesadaran masyarakat. Karena itu, kata Ardiana, Bapenda terus meningkatkan pelayanan sebagai upaya menarik kepercayaan dan kesadaran masyarakat membayar PBB.

“Selama ini ada anggapan bahwa pajak adalah beban. Kami tentu ingin menghapus stigma itu menjadi sebuah kewajiban karena output pajak untuk membiayai berbagai pembangunan infrastruktur di daerah seperti perbaikan sarana pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, dan lain sebagainya,” bebernya.

Menyangkut pendapatan bersumber dari penarikan pajak restoran, ujar Ardiana, tahun ini peningkatannya cukup signifikan dibanding hotel dan tempat hiburan. Ardiana berharap di penghujung tahun ini di Kabupaten Sukabumi terjadi peningkatan jumlah pengunjung sehingga pajak hotel, restoran, dan tempat hiburan bisa ditarik untuk menambah kas pendapatan di akhir tahun.

“Ini tergantung kesadaran pengusaha dalam melaksanakan kewajibannya. Jika belum memenuhi kewajibannya, akan kami kejar karena dalam neraca keuangan itu jadi piutang. Sejauh ini memang banyak wajib pajak yang tak terpantau Bapenda sepenuhnya. Acuan kita, pengusaha yang berizin maupun tak berizin itu datanya ada di DPMPTSP,” pungkasnya.

Berikut raihan pendapatan pajak tahun 2018:

1. Pajak Hiburan 42 titik wajib pajak : Rp800 juta
2. Pajak Hotel 289 titik wajib pajak : Rp3 miliar
3. Pajak Restoran 4.595 wajib pajak : Rp8,1 miliar
4. Pajak Reklame 769 wajib pajak : Rp1,750 miliar
5. Pajak Parkir 46 wajib pajak : Rp200 juta
6. Pajak Genzet (Penerangan Jalan) 62 wajib pajak : Rp52.925 miliar
7. Pajak Mineral bukan Logam dan Batuan 158 wajib pajak : Rp7 miliar
8. Pajak Air Bawah Tanah 149 wajib pajak : Rp61 miliar
9. Pajak Walet 10 wajib pajak : Rp7 juta
10. PBB 1.500 wajib pajak : Rp49 miliar, dan
11. BPHTB : Rp34 miliar

Reporter Kemal Vasha
Editor Bondan Prakoso