Siswa Madrasah Diniyah Belajar di Bawah Ancaman Atap Ambruk

SEJUMLAH siswa Madrasah Diniyah Nurrush Shibyan sedang belajar di bawah ancaman atap ambruk. Magnet Indonesia/Iqbal Salim

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Siswa Madrasah Diniyah Nurrush Shibyan di Kampung Kemang RT 17/06, Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, harus belajar di bawah ancaman atap ambruk. Pasalnya, kondisi bangunan kelas mereka sudah tak layak digunakan.

Dinding tembok bangunan pun sudah banyak yang berlubang. Sedangkan di dalam kelas, tak sedikit bangku dan meja yang tak layak digunakan. Kondisi itu mengakibatkan sebagian siswa harus belajar di lantai.

“Di sini cuma punya tiga ruang kelas,” kata Reni Nuraeni, salah seorang guru, Jumat (3/8/2018).

Jumlah siswa di madrasah diniyah itu sebanyak 52 orang. Minimnya ruang kelas membuat pihak sekolah menggilir penggunaannya. Sejak dibangun sekitar 1960-an, sekolah itu hanya diperbaiki seadanya karena terkendala biaya.

“Ada juga siswa satu kelas digabungkan dengan kelas lainnya di satu ruangan tanpa sekat. Kasihan juga karena proses belajar jadi terganggu karena mereka beda kelas,” ucapnya.

Reni berharap segara ada bantuan perbaikan. Sehingga proses belajar mengajar bisa lebih maksimal.

“Mudah-mudahan bisa segera diperbaiki,” jelasnya.

Rafi, salah seorang siswa, mengaku tak nyaman belajar di dalam ruangan kelas yang tak layak. Apalagi saat musim hujan beberapa waktu lalu, ruangan kelas bocor karena atapnya rusak.

“Sudah pasti bocor kalau hujan. Takut roboh kalau terus-terusan hujan,” tandas dia.

KontributorIqbal Salim
EditorBondan Prakoso