Hampir Seluruh Lahan Sawah di Desa Buniwangi Dilanda Kekeringan

LAHAN sawah seluas 20 hektare di Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, terancam kekeringan. Magnet Indonesia Online/Iqbal Salim

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Hampir 60 hektare lahan sawah di Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, tak bisa ditanami padi. Luasan lahan persawahan itu dilanda kekeringan bersamaan musim kemarau tahun ini.

“Hampir sebagian besar lahan sawah di sini sudah mengalami kekeringan. Dari sekitar 80 hektare lahan sawah, sekitar 60 hektare tak bisa ditanami,” kata Kepala Desa Buniwangi, Agus Maulana, Jumat (3/8/2018).

Saat ini sisa lahan sawah seluas 20 hektare pun mulai terancam kekeringan. Ia mengaku sudah melaporkan bencana kekeringan itu ke BPBD serta petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Kami menunggu hasil pendataan lebih detail dari PPL,” ucapnya.

Agus berharap ada perhatian dari pemerintah. Misalnya penyaluran bantuan pompa air karena di wilayah itu berdekatan dengan aliran Sungai Cimandiri. Sehingga nantinya indeks tanam bisa lebih dari satu kali.

“Kami akan terus berupaya memperjuangkan bantuan pompa air. Sehingga ke depan saat terjadi kembali musim kemarau bisa diantisipasi sejak awal. Kerugian para petani pun bisa ditekan,” jelasnya.

Kepala Dusun Kemang, Pahmi Solehuddin, mengatakan di wilayahnya terdapat sekitar 15 hektare lahan sawah. Ia tak memungkiri jenis sawah di daerah tersebut merupakan lahan tadah hujan.

“Jadi kami hanya bisa menanam padi saat musim hujan saja. Kalau kemarau seperti ini cukup sulit karena tidak ada pasokan air,” ujarnya.

Ia mengaku sudah melaporkan terjadinya kekeringan yang melanda lahan persawahan di wilayahnya. Pahmi juga berharap adanya bantuan pompa air karena mesin tersebut akan digunakan ketika kondisi cuaca seperti sekarang.

“Dengan adanya pompa air kami tak akan terlalu kesulitan saat musim kemarau,” tandasnya.

Kontributor:   Iqbal Salim
Editor:   Bondan Prakoso