Soal Dugaan Pungli PPDB, Komisi IV Sidak SDN Ibu Jenab I Cianjur

WAKIL Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Sapturo, sedang mengklarifikasi informasi adanya dugaan pungli dalam proses PPDB di Ibu Jenab I. Magnet Indonesia/M Najib

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Dugaan praktik pungli yang dilakukan oknum guru dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SDN Ibu Jenab I Cianjur berbuntut panjang.

Menindaklanjuti laporan dugaan pungli itu, Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur melakukan sidak ke SDN Ibu Jenab I, Senin (2/7/2018).

“Saya sangat prihatin adanya pungli yang dilakukan dua oknum guru di lingkungan sekolah favorit. Tapi ini sudah terjadi,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Sapturo, kepada wartawan, seusai sidak.

Dalam sidak itu Sapturo mengklarifikasi informasi tersebut. Pada intinya, lanjut Sapturo, dalam pertemuan itu ditekankan agar dugaan pungli itu jangan sampai kembali terjadi.

“Kami juga akan mengklarifikasi ke SMPN 1 yang diduga jadi tempat pendaftaran siswa,” ujarnya.

Diketahui juga dari pengakuan pihak sekolah, kata Sapturo, uang yang diduga hasil pungli dari orangtua siswa sudah dikembalikan. Termasuk kepada orangtua siswa yang anaknya diterima masuk ke SMPN favorit tersebut.

“Kami sudah tekankan kepada kepala sekolah jangan sampai mencoreng dunia pendidikan di Cianjur,” tandasnya.

Dugaan praktik pungli itu terungkap ketika sejumlah orang tua siswa mengaku dipatok biaya agar anak mereka bisa masuk ke salah satu sekolah favorit di Cianjur. Besaran dana yang dipatok oknum guru itu kisaran Rp1,7 juta per siswa. Informasinya, dari 50 siswa yang didaftarkan, hanya beberapa siswa yang diterima ke SMPN 1 Cianjur.

Kepala SDN Ibu Jenab I, Eusi Ratnawati, menegaskan akan memberikan sanksi tegas terhadap oknum guru di sekolah yang dipimpinnya. Ia menilai kedua oknum guru tersebut telah mencoreng nama baik dan kredibilitas sekolah.

“Pasti ada sanksi. Tapi yang terjadi sudahlah terjadi. Ke depan kami pasti akan memperketat pengawasan,” tandasnya.

Suk, oknum guru, mengakui kesalahannya. Ia mengaku memungut uang PPDB terhadap 42 orang tua siswa.

“Ini kesalahan saya. Uang para orangtua siswa yang dititipkan, baik anaknya masuk dan tidak masuk ke SMPN 1 sudah dikembalikan,” kata Suk.

Kontributor:   M Najib
Editor:   Bondan Prakoso