Melongok Sejarah Masjid Al Hurriyah di Bojonglopang Jampangtengah

Masjid Al Hurriyah di Desa/Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, dibangun sejak masa kolonial Belanda (Foto: magnetindonesia.co/Iqbal Salim)

Dibangun Masjid karena Banyak Buruh Perkebunan Kesulitan Melaksanakan Salat

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Masjid Al Hurriyah berada di Bojonglopang, Desa/Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Posisinya berada tepat berseberangan dengan Terminal Bojonglopang.

Bangunannya berdiri di lahan seluas 30×20 meter persegi. Dulunya lahan itu merupakan wakaf dari salah seorang warga di sana.

“Awal berdirinya masjid ini karena banyak buruh perkebunan yang kesulitan beribadah,” kata Kusnadi (84), warga serempat.

Awal didirikan, kata Kusnadi, bangunan terbuat dari kayu dan bilik. Dulunya di sekeliling masjid terdapat kolam ikan tempat berwudhu.

“Namun kemudian bangunan mulai ditembok,” ujarnya.

Kusnadi yang pensiunan guru itu menuturkan, dari cerita orangtuanya, waktu itu banyak pegawai kewedanaan atau keresiden di zaman pemerintahan kolonial Belanda. Hampir semua pegawai dan buruh perkebunan milik residen Belanda berpusat di Bogor itu adalah muslim.

Pada waktu itu para buruh perkebunan sangat membutuhkan tempat sarana ibadah yang cukup besar untuk melakukan rutinitas ibadah terutama saat Jumat dan bulan suci Ramadan, termasuk para musafir muslim dalam perjalanan.

“Salah seorang pegawai keresidenan kemudian mewakafkan lahannya. Lokasinya tepat berada di seberang tengsi (basecamp) militer Belanda. Sekarang jadi terminal dan pasar,” tandasnya.