Demo ke DLH, Mahasiswa di Sukabumi Menyoal Berbagai Masalah Lingkungan

KEPALA Bidang Pengelolaan Sampah Denis Eriska didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi Dedah Herlina, memberikan penjelasan kepada sejumlah mahasiswa tergabung dalam PB Himasi yang sedang berunjuk rasa di depan halaman kantor Dinas LH, Jalan Jajaway, Palabuhanratu, Kamis (10/10/2019). Foto: Magnet Indonesia/Asep D

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Mahasiswa di Sukabumi tergabung dalam PB Himasi menyoal berbagai masalah lingkungan hidup di Kabupaten Sukabumi. Bentuk kritiknya dilakukan dengan unjuk rasa ke kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, di Jalan Jajaway, Palabuhanratu, Kamis (10/10/2019).

Terdapat beberapa poin yang menjadi tuntutan mahasiswa, terutama yang terjadi di Kecamatan Cikembar. Misalnya soal pembangunan pabrik ayam di wilayah yang tak sesuai zonasi, maraknya perusahaan yang membuang limbah berbahaya ke aliran sungai, serta perusahaan pengelolaan limbah yang jelas-jelas sudah dilarang beroperasi.

Baca JugaLiga Jurnalis Sukabumi Unjuk Rasa Kecam Aksi Terhadap Kekerasan di Makassar

“Berbagai persoalan ada di depan mata. Jadi, kami meminta DLH jangan menutup mata terhadap persoalan ini. Kalau ada pelanggaran, tindak tegas,” tegas koordinator lapangan, Dani Fadilah, saat berorasi.

Ia mencontohkan perusahaan peternakan ayam di Kecamatan Cikembar yang diduga tak mengindahkan imbauan DLH. Perusahaan itu sudah diminta menghentikan aktivitas pembangunannya karena berdekatan dengan TPA Cikadu.

“Pengawasan dari DLH harus lebih diintensifkan kepada semua perusahaan yang melanggar aturan,” ujarnya.

Para mahasiswa berharap DLH tidak lantas menjadi memble. Sesuai aturan, pengawasan terhadap perusahaan yang berpotensi melakukan pencemaran lingkungan dan pelanggaran izin lainnya harus dilaksanakan selama 3 bulan sekali.

“Jangan sampai ada kompromi dengan pihak perusahaan yang jelas-jelas melanggar aturan,” pinta Dani.

Baca JugaDLH Kabupaten Sukabumi Sesalkan Ulah Oknum Warga yang Buang Sampah Sembarangan

Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Dedah Herlina, mengaku berbagai tuntutan dari mahasiswa sudah dilakukan jajarannya. Menurut Dedah, pegawai di DLH sudah turun ke lapangan.

“Soal imbauan, tentu sudah sering kami lakukan. Kalau ada yang melanggar, kami koordinasikan dengan Satpol PP untuk menindak,” kata dia.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska, menambahkan status TPA Cikadu sejak 26 Juli 2011 beralih menjadi aset tempat pemakaman umum (TPU) seluas 56,7 hektare.

“Tim DLH selalu monitor ke setiap perusahaan yang berpotensi melakukan pelanggaran, baik masalah perizinan maupun pencemaran lingkungan. Imbauan pun tak henti-hentinya dilayangkan kepada perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Sukabumi. Intinya, jajaran DLH sudah bekerja on the track,” tandasnya.

KontributorAsep D
EditorSulaeman