Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan komitmen bersama. Tidak cukup hanya dengan membangun destinasi yang indah. Kawasan wisata juga harus memiliki pelayanan yang someah, lingkungan bersih, fasilitas tertata, serta memberikan rasa aman dan nyaman.
“Parkir tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat kendaraan berhenti, tetapi menjadi bagian dari gerbang pertama pelayanan dan pengalaman wisatawan. Karena itu pengelolaannya harus legal, tertib, profesional, dan amanah,” ujarnya.
Ia menyebut, semangat ini perlu diperkuat dengan gagasan Someah ka Alam, sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong pengelolaan sampah secara lebih baik di kawasan wisata.
“Pengalaman wisatawan tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga kualitas pelayanan sejak pertama kali memasuki kawasan wisata,” jelasnya.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah dan inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sukabumi tersebut. Terlebih, Kabupaten Sukabumi memiliki potensi pariwisata yang luar biasa melalui kekayaan Gunung, Rimba, Laut, Pantai, Seni dan Budaya (Gurilaps).
“Potensi besar ini harus dikelola secara bersama-sama. Tidak hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui peningkatan kualitas pelayanan, keramahan pelaku usaha, pengelolaan parkir yang baik, serta kolaborasi seluruh leading sektor kepariwisataan,” ucapnya.
Menurutnya, pengalaman wisatawan akan menentukan kesan mereka terhadap Sukabumi. Ketika wisatawan mendapatkan pelayanan yang baik dan menyenangkan, cerita positif akan menyebar dan menjadi daya tarik bagi wisatawan lainnya untuk datang.









