Ia menuturkan capaian swasembada pangan yang diraih pada 2025 telah sesuai dengan amanat dan harapan pemerintah pusat maupun daerah. Sehingga capaian target tersebut menjadi modal untuk dipertahankan pada tahun berikutnya. Kendati begitu, prestasi di sektor pertanian tidak hanya pada aspek swasembada pangan, tetapi juga inovasi dan penguatan kelembagaan pertanian. Hal tersebut suatu bukti bahwa sektor pertanian di Kabupaten Sukabumi terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional.
“Harapan kami tahun ini minimal bisa mempertahankan prestasi. Kami optimistis capaian target produksi beras bisa naik kelas ke peringkat satu nasional. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama memperkuat sinergi dan merumuskan langkah strategis guna mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan pada 2026,” serunya.
Menurut dia keberhasilan Kabupaten Sukabumi menempati peringkat kedua nasional dalam peningkatan produksi pangan tidak terlepas dari kerja keras seluruh elemen, terutama para penyuluh pertanian di lapangan. Peran penyuluh dinilai sangat strategis dalam mendampingi petani, meningkatkan luas tanam, serta menjaga produktivitas pertanian.
“Kabupaten Sukabumi sudah membuktikan berada di peringkat kedua nasional. Peluang menuju peringkat kesatu itu sangat terbuka lebar. Kuncinya para penyuluh dan petani punya semangat serta kerja keras,” pungkasnya. (adv)
Reporter:Â Asep Fadillah
Editor:Â M Raya














