Rangkaian Peringatan Hari Bakti PU ke-77 Digelar Lomba Mancing di Situ Batu Karut

BUPATI Sukabumi Marwan Hamami didampingi Kepala Dinas PU Asep Japar, menebar ribuan ikan di Situ Batu Karut sebelum pembukaan lomba mancing. Foto: Ist

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi menggelar mancing bareng di Situ Batu Karut, Kecamatan Sukaraja, Minggu, 27 November 2022. Acara bertajuk ‘Mancing Bareng Sadulur Urang Lembur Bersama Pemancing Liar Sukabumi’ digelar dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Bakti PU ke-77 tingkat Kabupaten Sukabumi.

Lomba mancing yang diikuti 1.000 orang peserta itu dihadiri Bupati Sukabumi Marwan Hamami, para pegawai Dinas PU, dan komunitas pemancing liar. Acara diawali dengan pelepasan ribuan ikan di Situ Batu Karut oleh Bupati Sukabumi.

“Batu Karut punya potensi sebagai daya tarik wisatawan. Lomba mancing ini ada unsur rekreasi sekaligus media untuk penggalangan donasi bagi korban gempa Cianjur,” ujar Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Asep Japar.

Menurutnya, kekeluargaan dan kebersamaan merupakan komitmen para pegawai dalam mendukung agenda besar pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Sukabumi dan sesuai motto Dinas PU yakni ‘Bekerja Keras, Bergerak Cepat, dan Bertindak Tepat’.

“Agenda besar kami yaitu melaksanakan pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang  berkontribusi terhadap kebangkitan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Lomba mancing ini bagian dari menjalin kekeluargaan dan kebersamaan,” tegasnya.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, mengatakan, kegiatan mancing bareng di Situ Batu Karut yang dilaksanakan Dinas PU bisa mengundang wisatawan dari daerah lain untuk datang ke Kecamatan Sukaraja. Karena Situ Batu Karut sangat potensial dijadikan objek wisata selain sebagai lokasi memancing ikan.

“Tugas Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan untuk mengembangkan Situ Batu Karut. Ke depan bangun kemitraan luas agar situ ini bisa dikenal masyarakat luar daerah,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Sukabumi menyalurkan 50 paket santunan bagi anak yatim dan jompo. Termasuk memberikan kursi roda dan menyerahkan dokumen Akta Kelahiran serta Kartu Keluarga kepada dua orang warga setempat. (adv)

Kontributor:  M Diki
Editor:  Eddy Surya Wijaya