Ketua PGRI Palabuhanratu: Lingkungan Sekolah Cetak Generasi Penerus Bangsa dan Pembentukan Karakter Anak Didik

KETUA PGRI Cabang Kecamatan Palabuhanratu, M Udep Suherdi. Foto: Magnet Indonesia

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Jumlah tenaga honorer kependidikan kategori II di Kabupaten Sukabumi yang diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada tahap I sebanyak 1.000 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 541 orang di antaranya sebagai guru ahli pertama dan telah menerima surat keputusan pengangkatan P3K.

Penyerahan SK P3K itu bersamaan dengan puluhan tenaga kesehatan dan penyuluh pertanian yang dilakukan Bupati Sukabumi Marwan Hamami di Pendopo Sukabumi pada Senin (8/2/2021) lalu melalui zoom meeting.

Mereka yang menerima SK ditempatkan di masing-masing Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi, termasuk di Kecamatan Palabuhanratu.

“Ada 20 orang tenaga pendidik di Kecamatan Palabuhanratu yang menerima SK P3K. Mereka sudah menjadi guru honorer rata-rata di atas 10 tahun,” ujar Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Palabuhanratu, Muhammad Udep Suherdi, Selasa (23/2/2021).

Sekarang, kata dia, mereka mengajar di SDN dan SMPN sesuai SK penempatan. Kegiatan belajar mengajar yang diberikan guru kepada siswa-siswi saat ini dilakukan secara daring (dalam jaringan) maupun luring (luar jaringan) karena masih masa pandemi covid-19.

“Sebenarnya kebutuhan tenaga pendidik di Kabupaten Sukabumi masih banyak. Tahun ini saja ada puluhan guru yang akan memasuki masa purna tugas (pensiun),” terang Udep yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Bidang Advokasi PGRI Kabupaten Sukabumi itu.

Menurut Ketua PGRI Cabang Kecamatan Palabuhanratu dua periode ini, pengangkatan guru honorer merupakan salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan bagi mereka yang telah mengabdi dan berjuang mencerdaskan dan mencetak generasi penerus bangsa, selain membentuk karakter anak-anak usia sekolah tersebut.

“Guru punya tanggung jawab besar untuk mencetak generasi penerus bangsa. Membentuk karakter, mental, dan moral, serta memberikan kecerdasan terhadap anak didik adalah tugas kita sebagai guru sesuai sumpah dan janji pegawai. Jadi, tidak ada alasan lagi kalau kinerja tenaga pendidik menurun, kendati di masa pandemi saat ini dalam memberikan pengajaran terhadap anak didik sangat terbatas,” tegas tenaga pendidik di SDN Cipatuguran ini.

Sekadar diketahui, Pemkab Sukabumi meminta pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk mengangkat Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori 35+ (GTKHNK 35 plus) yang bertugas di wilayah kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa dan Bali ini menjadi P3K. Selain itu juga, diharapkan pemerintah mengangkat tenaga honorer kependidikan menjadi CPNS, tidak hanya melalui jalur P3K. (adv)

Reporter:  Fajar Hadiansah
Editor:  A Ahda