Kang Acuy: Gugus Tugas Covid-19 Jangan Lengah, Pantau Pengunjung di Objek Wisata!

ANGGOTA DPRD Kabupaten Sukabumi, Mansurudin (kiri) bersama Legislator Senayan Desy Ratnasari. Dok Foto Magnet Indonesia

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Mulai membeludaknya pengunjung ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Sukabumi bersamaan fase adaptasi kebiasaan baru (AKB) jadi dua sisi mata uang. Di satu sisi, jadi peluang menggairahkan kembali sektor kepariwisataan. Di sisi lain, ada kekhawatiran akan kembali menjadi permasalahan baru terjadi penyebaran Covid-19.

Seperti diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Mansurudin. Legislator Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu berharap ada pengawasan ketat terhadap para pengunjung lantaran mereka juga ada yang dari luar daerah.

“Kami meminta Pemkab Sukabumi dan pelaku usaha pariwisata intensif mengimbau pengunjung agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19 saat berada di objek wisata,” kata Kang Acuy, sapaan akrab Mansurudin, Sabtu (1/8/2020).

Membeludaknya pengunjung ke sejumlah objek wisata di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu rata-rata terjadi pada akhir pekan maupun libur panjang hari besar nasional, seperti Iduladha 1441 Hijriyah/2020. Kang Acuy berharap Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sukabumi jangan lengah.

“Tetap memantau pergerakan pengunjung yang sedang liburan. Kita tidak pernah tahu di antara mereka diduga ada yang terpapar virus korona atau orang tanpa gejala (OTG),” ujar Kang Acuy, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Sukabumi itu.

Sejauh ini, kata Kang Acuy, Satpol PP Kabupaten Sukabumi memiliki personel khusus yang bertugas memantau pergerakan wisatawan di sejumlah titik objek wisata. Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sukabumi bisa menggandeng personel Satpol PP Pariwisata untuk lebih masif melakukan pengawasan, wawar, maupun penindakan jika wisatawan melanggar aturan protokol kesehatan di objek wisata.

“Pengawasan masif di objek wisata itu untuk mencegah penyebaran Covid-19. Mereka (pengunjung) wajib mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah daerah. Jika tak mengindahkan, tindak sesuai peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Kang Acuy mengapresiasi upaya aparatur Kecamatan Cisolok yang merutinkan razia masker di sejumlah titik, termasuk di kawasan objek wisata. Masyarakat ataupun wisatawan yang sedang beraktivitas di luaran wajib mengenakan masker. Apabila mereka kedapatan tidak memakai masker maka akan didenda sebagai efek jera.

“Kita ingin kawasan objek wisata steril dari virus korona. Soalnya, wabah virus korona di Kabupaten Sukabumi belum benar-benar berakhir, walaupun sekarang sudah memasuki tahap new normal. Kita tetap perlu waspada, bisa saja virus korona menyebar di kawasan objek wisata yang dibawa orang-orang dari daerah luar,” ingatnya. (adv)

Kontributor: Yana Suryana
Editor: Bardal