Geyser Cipanas Cisolok Dipadati Pengunjung Saat Libur Iduladha

GEYSER Cipanas Cisolok masih menjadi tempat favorit wisatawan meski di tengah pandemi Covid-19. Foto: Magnet Indonesia

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Geyser Cipanas dan Pantai Karanghawu di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, dipadati pengunjung bersamaan libur Iduladha 1441 Hijriyah. Tak hanya wisatawan lokal dari Sukabumi saja yang menghabiskan waktu liburan di sejumlah objek wisata di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu itu. Sebagian pengunjung juga ada yang berasal dari luar daerah serta Jabodetabek.

“Kepada para pengunjung kami menerapkan protokol kesehatan. Ramainya pengunjung tak lepas sekarang sudah mulai diterapkan adaptasi kebiasaan baru,” kata Koordinator Pos Retribusi Geyser Cipanas Cisolok, Feby Marwan, Jumat (31/7/2020).

Standar protokol kesehatan Covid-19 yang diterapkan pengelola Geyser Cipanas di antaranya setiap pengunjung wajib memakai masker,cuci tangan menggunakan hand sanitizer, dan jaga jarak sebelum maupun saat memasuki area objek wisata.

“Kewajiban mengikuti protokol kesehatan di objek wisata untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona yang dibawa wisatawan,” tegas Feby.

Sementara itu, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sukabumi bersama aparatur Kecamatan Cisolok merutinkan razia masker di beberapa titik, termasuk di kawasan objek wisata. Razia masker dilaksanakan sejak Senin (27/7/2020) hingga Kamis (30/7/2020).

“Kawasan Geyser Cipanas dan Pantai Karanghawu juga jadi sasaran razia masker petugas gabungan. Kami tentu mendukung langkah aparatur Kecamatan Cisolok melakukan razia masker. Sehingga penyebaran Covid-19 bisa ditekan di kawasan objek wisata,” tambah petugas Pos Retribusi Geyser Cipanas Cisolok, Aam Rusmana.

Abah, panggilan akrab Aam Rusmana, menegaskan kawasan objek wisata yang terdapat di Kecamatan Cisolok harus steril dari penyebaran virus korona. Apalagi tak sedikit pengunjung yang berasal dari luar daerah.

“Kami berharap wisatawan yang berkunjung ke objek wisata di Kecamatan Cisolok tetap mematuhi protokol kesehatan. Jangan tularkan virus korona di objek wisata yang menjadi favorit wisatawan,” terang lelaki asli Kecamatan Cisolok itu. (adv)

Kontributor: Medi Ardiansyah
Editor: Hafiz Nurachman