Antisipasi Kemarau, Distan Kabupaten Sukabumi Percepat Olah Tanah dan Tanam

LADANG sawah sudah ditanami padi sebelum memasuki kemarau yang diprediksi akan terjadi pada Juni. Foto: Ist

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Selama musim tanam Oktober 2019-Maret 2020, luasan lahan produktif pertanian di Kabupaten Sukabumi yang telah ditanami berbagai komoditas pangan mencapai 5.600 hektare. Pasalnya, selama periode tersebut, pasokan air cukup bagus sehingga mempercepat upaya gerakan olah tanah dan tanam berbagai komoditas terutama padi pada musim tanam dan masa pandemi Covid-19 untuk mengantisipasi kekurangan pangan.

“Percepatan olah tanah dan tanam perlu dilakukan karena prediksinya Juni hingga Oktober sudah memasuki kemarau. Kondisi ini bisa mengancam ketersediaan pangan,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat, Rabu (27/5/2020).

Menurut dia, lahan pertanian yang sudah melaksanakan panen sedianya langsung menyemai kembali benih yang akan ditanam nanti. Kegiatan itu supaya masa panen ke masa penanaman berikutnya tidak terlalu lama. Apalagi, Mei masih turun hujan sehingga ketersedian air sangat membantu dalam melakukan penanaman.

“Penanaman jangan sampai menunggu kemarau datang. Jadi, percepatan olah tanah dan tanam harus sudah dimulai dari bulan sekarang,” tegasnya.

Dinas Pertanian memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat masih bisa mencukupi dalam beberapa bulan ke depan di masa pandemi saat ini.

“Kalau air sudah sulit karena kemarau, petani tidak mungkin bisa melakukan penanaman. Mumpung bulan ini masih ada hujan, kami sarankan seluruh petani melakukan percepatan penanaman,” imbuh Sudrajat.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, stok pangan terutama beras masih bisa memenuhi untuk kebutuhan 7 bulan ke depan. Tapi itu juga beras tidak dijual petani ke luar daerah. Termasuk jenis pangan lainnya seperti sayuran masih bisa mencukupi kebutuhan masyarakat di masa pandemi Covid-19. (adv)

Kontributor: Medi Ardiansyah
Editor: Hafiz Nurachman