Usai Umrah, Warga Kabupaten Sukabumi Harus Diisolasi di RS Bunut. Kenapa?

RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi kembali mengisolasi seorang pasien yang berasal dari Kabupaten Sukabumi. Foto: Magnet Indonesia/Rizky Miftah

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – M (77), warga Kabupaten Sukabumi, belum sepekan selesai melaksanakan ibadah umrah. Namun sepulang dari Tanah Suci, M diketahui mengalami demam.

Berdasarkan penelusuran, sebelum tiba di Tanah Air usai ibadah umrah, M sempat transit di Oman yang notabene salah satu negara yang diketahui terjangkit virus Covid-19.

M pun berobat ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Kamis (6/3/2020). Untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan, tim medis rumah sakit terbesar milik pemerintah di Sukabumi itu mengisolasi yang bersangkutan, Senin (9/3/2020), karena dicurigai sebagai suspek korona.

“Di ruangan isolasi ada pasien yang sedang dalam status pengawasan,” kata Humas RSUD Syamsudun SH, dr Muhammad Yusuf Ginanjar.

Saat ini, lanjut Yusuf, kondisi terakhir pasien masih dalam perawatan medis di ruangan isolasi. Kondisinya sudah stabil, namun masuk pada kategori pengawasan.

Yusuf menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan pasien tersebut positif atau tidak terjangkit virus Covid-19. Sudah ada sample yang diambil dari tubuh pasien untuk selanjutnya dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan untuk dicek.

“Untuk pemeriksaan laboratorium sudah dilakukan. Pasien juga diperiksa rontgen sesuai dengan alurnya,” tuturnya.

Yusuf menuturkan, di RSUD R Syamsudin SH sedikitnya sudah ada sekitar enam orang pasien yang berasal dari Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi yang masuk dalam ruang isolasi. Dari enam pasien tersebut, tiga orang di antaranya masuk dalam status pengawasan dan pemantauan.

“Saat ini yang ada di ruang isolasi IGD hanya ada 1 orang dan di ruangan ICU 1 orang,” tandasnya.

Kontributor: Rizky Miftah
Editor: Muhammad Raya