Petani Cikembar Bentuk Kepengurusan Asosiasi Petani Jambu Kristal Bojong Farm

MUSYAWARAH pembentukan Asosiasi Petani Jambu Kristal Bojong Farm di Balai Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Foto: Ist

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Kabupaten Sukabumi memiliki potensi komoditas jambu kristal. Salah satunya di Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar.

Di daerah itu terdapat 25 orang petani jambu kristal. Mereka pun membentuk kepengurusan Asosiasi Petani Jambu Kristal Bojong Farm di Saung Balai Desa Bojongkembar, Sabtu (29/2/2020).

Hasil musyawarah pembentukan pengurus, Hima Imadudin akhirnya terpilih sebagai Ketua Asosiasi Petani Jambu Kristal Bojong Farm. Pengukuhannya dilakukan Kepala Desa Bojongkembar, Solehudin Wahid.

Hadir juga Pendamping Desa, perwakilan BPD, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Cikembar, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Bojongkembar, dan tokoh masyarakat setempat.

“Mudah-mudahan ke depan jambu kristal bisa menjadi ikon pertanian di Desa Bojongkembar, termasuk bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Kepala Desa Bojongkembar, Solehudin Wahid, seusai pelantikan.

Ketua Asosiasi Petani Jambu Kristal Bojong Farm, Hima Imadudin, mengatakan lahan subur dan iklim di Desa Bojongkembar sangat cocok untuk budi daya jambu kristal dan hasilnya pun lebih manis dibanding daerah lain.

“Saat ini sudah ada permintaan ekspor dari beberapa perusahaan. Program kita selanjutnya akan segera mengajukan sertifikasi kebun sebagai salah satu persyaratan untuk bisa ekspor,” ungkap Hima.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat, melalui Koordinator BPP Kecamatan Cikembar, Maman, menambahkan kehadiran asosiasi ini bisa menjadi wadah khusus bagi petani jambu kristal agar lebih memudahkan berkomunikasi, berbagi pengetahuan, dan pengembangan pasar.

“Kami tentu mendukung upaya petani jambu kristal dalam wadah asosiasi ini yang ingin melakukan ekspor hasil pertaniannya. Kami juga akan membantu proses pengajuan sertifikasi ekspor jambu kristal. Karena potensi hasil pertanian ini sudah ada permintaan untuk diekspor,” kata Maman, kepada magnetindonesia.co, Senin (2/3/2020). (adv)

Kontributor: Fadillah
Editor: Eddy Surya Wijaya