PMII Pertanyakan Komitmen Pemkot Sukabumi Selesaikan Pembangunan Pasar Pelita

PMII Kota Sukabumi berunjuk rasa ke Balai Kota, Selasa (4/2/2020). Foto: Magnet Indonesia/Rizky Miftah

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Sukabumi berunjuk rasa ke Balai Kota, Selasa (4/2/2020). Mereka menagih sejumlah janji pasangan Wali Kota Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota Andri S Hamami.

Satu di antaranya keberpihakan terhadap pedagang eks Pasar Pelita. Saat ini para pedagang mengeluhkan harga sewa tempat usaha di Pasar Pelita yang dibanderol pihak pengelola terlalu mencekik. Untuk kios mereka harus merogoh kocek Rp28 juta dan los Rp19 juta.

“Jadi, pembangunan Pasar Pelita itu untuk siapa?. Jangan sampai pembangunannya hanya dinikmati pemilik modal saja” ujar Ketua PMII Cabang Kota Sukabumi, Isep Ucu Agustina.

Belum kelarnya pembangunan Pasar Pelita, kata Isep, berdampak terhadap tata kota. Saat ini banyak PKL berjualan di trotoar, terutama di ruas Jalan Ahmad Yani dan Jalan Harun Kabir yang berdampak makin semrawutnya pusat kota.

“Seharusnya pemerintah memberikan fasilitas kepada PKL. Jangan seperti sekarang mereka berjualannya di mana saja,” ujarnya.

Isep memprediksi pembangunan Pasar Pelita tidak akan selesai pada 16 April 2020.

“Kami minta Pemkot Sukabumi untuk mengontrol pembangunan Pasar Pelita,” tegasnya.

Kotributor: Rizky Miftah
Editor: Hafiz Nurachman