Nasib Pedagang di PIC Terkatung-katung, DPRD Minta Pemkab Cari Solusi

WAKIL Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Cianjur, Jevernando (kiri). Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Nasib para pedagang di Pasar Induk Cianjur (PIC) seperti hidup enggan mati tak mau. Usaha mereka pascarelokasi ke PIC nyaris sepi pembeli.

Menghadapi Ramadan yang tinggal beberapa bulan lagi, para pedagang mulai dilanda kegamangan. Mereka pun mengadukan nasibnya ke para wakil rakyat di DPRD belum lama ini.

“Perlu ada solusi dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini,” tegas Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Cianjur, Jevernando, kepada magnetindonesia.co, Selasa (11/2/2020).

Saat relokasi dulu, jumlah pedagang mencapai 4 ribuan orang. Sekarang hanya tersisa sekitar 1.900-an karena banyak yang gulung tikar.

“Saya rekomendasikan solusi yakni menutup pasar ilegal yang bermunculan di dalam kota seperti Bojongmeron, Pasar Beas, Joglo, dan lainnya. Selain itu, arahkan jalur angkot semua trayek agar masuk Terrminal Pasirhayam,” tegas Jevernando.

Sedangkan menyangkut keberadaan Pasar Ramayana, legislator Fraksi Partai Demokrat ini mengatakan, terlebih dahulu harus dipastikan bahwa kontrak yang dulu sudah dibuat tidak diperpanjang lagi.

“Pasar Ramayana juga harus ditutup dan para pedagangnya dialihkan ke PIC,” kata dia.

Guna menuntaskan persoalan yang membelit pedagang PIC, Komisi B DPRD Kabupaten Cianjur akan melakukan rapat lerja dengan perangkat daerah berkompeten.

“Kita cari solusi dan kepastian serta melakukan tindakan-tindakan agar PIC dapat berfungsi sebagaimana mestinya,” tukas Jevernando.

Kontributor: Ruslan Ependi
Editor: Medi Ardiansyah