Satu Lagi, Anggota KPPS di Cianjur Meninggal Dunia

JENAZAH Anne Lianne (22) akan diantarkan ke rumah duka menggunakan mobil ambulans. Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Anne Lianne (22), anggota KPPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 28, di Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, dikabarkan meninggal dunia, Kamis (25/4/2019).

Anne menghembuskan napas terakhir di rumah pamannya, Wandi Kurniawan, di Kampung Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Cipanas, sekitar pukul 16.00 WIB. Anne meninggal diduga karena kelelahan setelah bertugas penuh waktu di TPS hingga jatuh sakit dan terpaksa harus dirujuk ke Rumah Sakit Cimacan.

Sejak pemilu usai hingga saat ini, sudah ada 8 orang anggota KPPS di Kabupaten Cianjur yang meninggal dunia, termasuk Anne Lianne.

“Keponakan saya meninggalnya di rumah. Tapi sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit. Dokter bilang sih, trombosit almarhumah turun. Namun saya menduga, keponakan saya itu meninggal karena faktor kecapean setelah bertugas di TPS,” kata Wandi.

Anne, warga asal Kampung Rarahan RT 06/07, Desa Ciherang, Kecamatan Cipanas, itu merupakan anak dari pasangan Ade dan Karlina. Namun kedua orang tuanya tak serumah lagi karena sudah berpisah. Sementara almarhumah tinggal bersama bapaknya.

“Penyebab dia jatuh sakit, keluarga sama sekali tidak tahu. Justru keluarga baru tahu kalau almarhum sakit parah saat dirawat di Rumah Sakit Cimacan,” terang Wandi.

Ketua Panwascam Cipanas, Azis, menjelaskan pada Rabu (17/4/2019) lalu saat menjalankan tugas sebagai anggota KPPS, almarhumah sempat mengalami mimisan. Meski kondisi staminanya kurang fit, Anne memaksakan diri melaksanakan tugasnya sampai selesai.

“Waktu itu, dia (almarhumah) bertugas sampai pukul 01.00 WIB dini hari,” ungkapnya.

Menurut Aziz, pada Kamis (18/4/2019) pagi, Anne dibawa ke klinik untuk diperiksa kesehatannya. Namun dokter di klinik tersebut kemudian merujuk agar Anne segera dirawat di rumah sakit.

“Almarhumah saat itu sempat menolak dirujuk ke rumah sakit. Malah dia minta ingin beristirahat saja di rumah bapaknya. Namun takdir berkata lain, dia menghembuskan napas terakhir di rumah pamannya,” ucap dia.D

Di hari sama, Kamis (25/4/2019), Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Cijagang, Kecamatan Cikalongkulon, Ade Sasmita, juga dikabarkan jatuh sakit setelah melaksanakan tugas mengawal pemilu. Ade mengalami sesak napas dan gejala lambung saat mengikuti rapat pleno penghitungan suara di tingkat PPS.

“Dia sempat mengeluhkan sakit di bagian dada. Tapi dari keterangan anaknya, pak Ade memiliki riwayat gejala jantung. Saya duga itu akibat kelelahan,” tegas Kepala Desa Cijagang, Asep Zulkarnaen.

KontributorRuslan Ependi
Editor:   Sulaeman