Irigasi dan Bendungan Jadi ‘Wasit’ Redam Konflik Antarwarga

ANGGOTA Komisi VIII DPR RI, Desy Ratnasari, meresmikan pembangunan irigasi dan bendungan di Kampung Nangka 2, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Minggu (21/10/2018). Magenta Indonesia Online/Iqbal Salim

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Warga Desa Mekarsari dan Desa Bojongkalong, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, selama ini dikenal sering berkonflik gara-gara rebutan pengelolaan air Sungai Cipetir untuk lahan persawahan. Namun konflik tersebut kini bisa diredam menyusul selesai dibangunnya irigasi dan bendungan sepanjang 340 meter di Kampung Nangka 2, Desa Mekarsari.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Desy Ratnasari, meresmikan pembangunannya Minggu (21/10/2018). Sebelum bendungan diresmikan, terlebih dulu digelar sarasehan Forum Keserasian Sosial Simpay Wargi yang dihadiri Muspika Nyalindung, aparatur desa setempat, serta warga.

Ketua Forum Simpay Wargi Desa Mekarsari, Yayat Supriatna, mengaku senang dengan selesainya pembangunan irigasi dan bendungan tersebut. Otomatis ke depan diharapkan tidak lagi terjadi konflik antarwarga yang berebut air.

“Untuk perawatan irigasi, kami berkoordinasi dengan warga Kampung Nangka 2 membentuk tim pemeliharaan,” kata Yayat.

Biaya pembangunan irigasi dan bendungan menelan biaya sekitar Rp150 juta. Dananya dialokasikan dari Kementerian Sosial yang difasilitasi Desy Ratnasari sebagai wakil rakyat.

“Pengerjaannya swadaya melibatkan masyarakat setempat,” jelad dia.

Kontributor:    Iqbal Salim
Editor:    Bondan Prakoso