Ojek Konvensional Tolak Kehadiran Ojol di Palabuhanratu

SEJUMLAH anggota GOP menunjukkan surat penolakan kehadiran ojol di Palabuhanratu. Magnet Indonesia Online/Yadi

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Kehadiran ojek online (ojol) di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mendapat penolakan dari ojek pangkalan (opang) dalam wadah Gabungan Ojek Palabuhanratu (GOP) yang tersebar di enam kecamatan.

Mereka menilai jika ojol diberi izin beroperasi di pusat ibu kota Kabupaten Sukabumi, bisa berdampak terhadap pendapatan ojek konvensional yang berjumlah 12.422 orang tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima Magnet Indonesia Online, perwakilan GOP telah melakukan mediasi dengan pihak ojol. Namun mereka tetap menolak kehadiran ojol di Palabuhanratu.

“Mayoritas anggota GOP di wilayah I Palabuhanratu menolak kehadiran ojol,” tegas Ketua Umum GOP, Asep Parid, Sabtu (22/9/2018).

Parid menjelaskan, alasan penolakan ojol itu karena dianggap menjadi saingan dan cenderung berimbas pada pendapatan seluruh anggota GOP yang ada di setiap pangkalan.

“Percuma saja kalau dipaksakan gabung dengan ojol. Karena tidak semua opang mengerti penggunaan aplikasi android. Belum lagi sepeda motor milik opang keluaran tahun lama,” ungkapnya.

Saat ini, kata Parid, ojol tidak boleh masuk dulu ke wilayah Palabuhanratu sebelum seluruh opang bisa mengerti dalam penggunaan aplikasi android.

“Mungkin suatu hari nanti mereka akan beralih jadi ojol. Tapi, saat ini kami belum siap,” tandasnya.

Kontributor:  Yadi
Editor:  Sulaeman