Pengendara Ojek Pangkalan Baku Hantam dengan Satpol PP Cianjur

MASSA tergabung dalam Paguyuban Motor Ojek Cianjur (PMOC) berunjuk rasa di sekitar kawasan pendopo menuntut segera ditutupnya aplikasi ojek online, Rabu (25/7/2018). Magnet Indonesia Online/M Najib

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Aksi unjuk rasa ratusan pengendara ojek pangkalan tergabung dalam Paguyuban Motor Ojek Cianjur (PMOC) di lingkungan Pendopo Cianjur, Rabu (25/7/2018), berujung ricuh. Mereka terlibat baku pukul dengan petugas Satpol PP saat memaksa masuk ke kawasan Pendopo karena ingin bertemu Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar.

Berdasarkan pantauan, rombongan pengendara ojek pangkalan tiba di lingkungan Sekretariat Daerah sekitar pukul 11.30 WIB. Aksi mereka diarahkan masuk ke kawasan Setda. Selang beberapa waktu kemudian, massa yang tak puas mengalihkan konsentrasinya ke pendopo. Tujuannya ingin menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada bupati yang menuntut dihapuskannya aplikasi ojek online.

Namun di dekat gerbang masuk aksi mereka diadang puluhan petugas Satpol PP yang sudah membuat barikade. Terjadi aksi saling dorong hingga akhirnya berubah jadi aksi saling baku hantam.

“Bentrok tadi hanya miskomunikasi antara massa aksi dengan petugas,” ujar koordinator aksi, Rudi Agan, kepada wartawan, Rabu (25/7/2018).

Rudi menyebut bentrokan terjadi karena rekan-rekan pengendara ojek pangkalan ingin menuntut hak sebagai masyarakat Cianjur. Hanya saja kedua belah pihak tak bisa menahan emosi hingga akhirnya berakhir dengan kericuhan.

“Tapi tidak ada korban luka,” tandasnya.

KontributorM Najib
EditorBondan Prakoso