Di Tangan Pemuda Kreatif Ini, Gentong Bisa Berharga Ratusan Ribu Rupiah

GENTONG yang dipermak menjadi hiasan bisa berharga ratusan ribu rupiah karena memiliki nilai seni tinggi. Magnet Indonesia/M Najib

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Gentong ternyata dapat diolah menjadi hiasan unik dan indah. Dalam lingkaran gentong tersebut dibuat bingkai bernuansa air terjun (curug) dan panorama pegunungan.

Hiasan gentong yang terbuat dari tanah merah itu dikemas sedemikain rupa. Perajinnya merupakan pemuda warga Kampung Pasir Santri Dusun 2, Desa Sukamanah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

Irwan Alfizan(26), mengatakan, kerajinan gentong miniatur air terjun itu mulai dilakoninya sejak 7 bulan lalu. Idenya muncul karena melihat ada gentong yang dibuat jadi hiasan di Youtube.

“Saya mulai kepikiran membuatnya. Saya uji coba dulu dengan membuatnya di rumah,” kata Irwan yang juga aktif di Karangtaruna Ikatan Pemuda Pemudi Nurul Ikhlas (IPPNI), Jumat (6/7/2018).

Tak perlu peralatan canggih untuk membuat hiasan gentong. Alat yang diperlukan di antaranya gergaji kecil pemotong gentong, lem, cat, dan lainnya.

Pembuatannya pun sederhana. Hanya memerlukan ketelatenan karena pengecetannya berada di media kecil.

“Pernah gentong ini dipamerkan waktu ada Cianjur Ngawangun Lembur (CNL) di Desa Sukamanah beberapa bulan lalu. Sekarang alhamdulilah ada sekitar 6 desa yang sudah pesan,” kata dia.

Sejak dipamerkan di CNL, kata dia, produknya makin dikenal luas. Orderan pun terus berdatangan. Hanya saja karena terkendala modal dan fasilitas, produk kerajinannya belum bisa menembus pasar nasional.

“Orderan cukup banyak dari luar daerah. Tapi karena kurang modal, akhirnya tak bisa terpenuhi. Pemasaran masih di seputaran Cianjur,” jelasnya.

Respons dari pemerintah juga dinilainya belum maksimal. Namun ia bersyukur rata-rata orderannya relatif cukup banyak. Apalagi dengan harga yang relatif murah, kisaran Rp300 ribu hingga Rp700 ribu per unit. Pemasaran pun masih mengandalkan dari mulut ke mulut ditambah memanfaatkan media sosial.

KontributorM Najib
EditorBondan Prakoso