Wow! Ada Moci yang Bisa Berikan Pendidikan Politik di Kota Sukabumi. Apa Itu?

KPU Kota Sukabumi meluncurkan Mobil Cerdas Demokrasi (Moci). Foto: Magnet Indonesia/Rizky Miftah

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Siapa tak kenal moci? Kudapan khas Kota Sukabumi itu jadi penganan favorit tak hanya bagi warga lokal, tapi juga wisatawan luar daerah.

Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang cukup manis dan gurih, cocok dijadikan teman minum teh hangat.

Namun, ‘moci’ yang satu ini berbeda dengan moci pada umumnya. Ya, Moci atau sinonim dari Mobil Cerdas Demokrasi adalah salah satu sarana yang baru saja diluncurkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi.

Peluncuran Moci dilakukan bersamaan ajang Car Free Day (CFD) di ruas Jalan R Syamsudin SH Kota Sukabumi. Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, berkesempatan meluncurkannya.

(Baca JugaFormasi Komisioner KPU Kota Sukabumi, Tiga ‘Senior’, Dua ‘Junior’)

Meskipun secara fisik tak jauh berbeda dengan mobil pada umumnya, tetapi fasilitas yang ada di dalam Moci bisa membuat cukup tercengang. Terdapat layar sentuh yang memuat banyak data kaitan partisipasi masyarakat, sejarah demokrasi, hingga jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Fasilitas pelengkap lainnya yakni tersedianya beragam buku kepemiluan dan demokrasi.

“Moci ini tujuannya untuk menyosialisasikan atau bisa dikatakan lebih kepada memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” kata Komisioner KPU Kota Sukabumi, Ratna Istianah, kepada wartawan usai peluncuran Moci, Minggu (3/11/2019).

(Baca JugaKPU Target Selesaikan Sortir dan Lipat ‘Susu’ Dua Pekan)

Dengan adanya Moci, kata dia, maka upaya sosialisasi bisa berjalan lebih efektif. Artinya, sosialisasi tidak hanya dilakukan hanya saat akan digelar tahapan Pemilu. Tapi dengan adanya Moci, maka sosialisasi bisa dilaksanakan jauh-jauh hari.

“Pada 2024 kita akan menghadapi Pemilu serentak yakni Pilpres, Pileg, dan Pilkada. Tentu ini harus mulai disosialisasikan dari sekarang. Ini juga akan berdampak terhadap tingkat partisipasi pemilih,” jelasnya.

(Baca JugaSoal Bacaleg Diduga Konsumsi Narkoba, Agung: Akan Laporan ke KPU Jabar)

Pada Pemilu 2019, kata Ratna, tingkat partisipasi pemilih di Kota Sukabumi relatif cukup bagus, yakni 86,12 persen. Dengan adanya Moci, diharapkan nanti bisa lebih mendongkrak angka partisipasi pemilih.

“Pada Pemilu serentak 2024 nanti kami targetkan angka partisipasi bisa mencapai 90 persen,” tandasnya.

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, mengapresiasi diluncurkannya Moci yang diinisiasi KPU Kota Sukabumi. Meskipun Kota Sukabumi baru akan melaksanakan Pemilu serentak pada 2024 nanti, tapi sosialisasinya harus dilaksanakan dari sekarang.

“Ini bisa jadi semacam pendidikan politik bagi masyarakat. KPU memberikan penyadaran dan kesantunan politik. Sehingga pada Pemilu 2024 nanti tidak ada lagi polarisasi. Perbedaan itu sesuatu yang alamiah sebagai bagian dari demokrasi. Tapi perbedaan itu harus disikapi dengan rasa persatuan dan kesatuan,” tandasnya.

Kontributor:  Rizky Miftah
Editor:  Eddy Surya Wijaya