SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi memasuki musim penghujan. Seperti melakukan mitigasi dan menyiagakan relawan di tiap wilayah yang rawan bencana. Bahkan guna mengantisipasi bencana digelar apel siaga bencana di halaman Mapolres Sukabumi, Kamis, 5 November 2026.
Apel siaga bencana dipimpin Bupati Sukabumi Asep Japar. Apel melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, Forkopimda, Forkopimcam, relawan tanggap bencana, organisasi masyarakat, serta instansi terkait.
Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan, kondisi geografis Kabupaten Sukabumi yang memiliki kawasan pegunungan dan garis pantai sepanjang 117 kilometer membuat daerah ini rawan bencana hidrometeorologi. Seperti longsor, banjir bandang, angin puting beliung, hingga gempa.
“Kesiapsiagaan seluruh unsur sangat penting untuk meminimalkan dampak bencana, terutama kerusakan fasilitas umum dan risiko korban jiwa,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan bencana tidak hanya sebatas evakuasi, melainkan ketersediaan tempat pengungsian, dapur umum, tim SAR, hingga keamanan lingkungan. Oleh karena itu, seluruh personel gabungan harus mengutamakan koordinasi, kecepatan bertindak, dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak.
“Jalankan tugas dengan ikhlas sebagai bentuk pengabdian kemanusiaan jika terjadi bencana. Pastikan masyarakat mendapatkan pertolongan, merasa terlindungi, dan terayomi,” pesannya.
Bupati meminta seluruh sarana dan prasarana dimanfaatkan secara optimal. Personel juga harus menjaga keamanan di lokasi bencana maupun pengungsian serta menindak tegas segala bentuk tindak pidana yang memanfaatkan situasi.










