“Ikan layur memang identitas Palabuhanratu yang sesungguhnya. Tapi saya tidak mengenyampingkan jenis ikan lainnya yang sering ditangkap nelayan di sini,” tuturnya.
Yadi berharap melalui pembangunan tugu ini akan tumbuh semangat baru dalam menata wilayah. Tugu ikan layur tidak hanya menjadi simbol visual, tetapi juga memberikan inspirasi bagi para pemangku kebijakan di tingkat desa maupun kelurahan.
“Kantor merupakan rumah kedua. Sehingga harus dibuat nyaman, rapi, dan tertata. Berangkat dari sinilah akan punya semangat untuk membangun wilayah kerja,” pungkasnya. (adv)
Reporter:Â Nugraha
Editor:Â M Raya












