DLH Kabupaten Sukabumi Prediksi Sampah Bekas Papajar yang Ditinggalkan Pengunjung Meningkat

ARMADA angkutan sampah milik DLH Kabupaten Sukabumi disiagakan mengantisipasi tumpukan sampah di lokasi acara papajar. Foto: Magnet Indonesia

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Sejumlah armada angkutan persampahan telah disiagakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi untuk mengantisipasi volume sampah menumpuk memasuki tradisi papajar sebelum menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah/2026. Armada angkutan sampah akan ditempatkan di sepanjang pantai yang masuk kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah pada DLH Kabupaten Sukabumi Dede Jaenudin mengatakan armada angkutan persampahan berikut petugas kebersihan di enam wilayah sudah disiapkan untuk mengangkut sampah sisa papajar. Bahkan, petugas kebersihan yang biasa rutin mengangkut sampah di permukiman, industri, perkantoran, hotel, dan restoran untuk sementara akan diboyong ke kantong-kantong objek wisata yang ramai pengunjung.

BACA JUGA   Anak Kecil Menangis di Arena Forprov Jabar Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Kenapa?

“Saya prediksi, volume sampah yang ditinggalkan pengunjung paska papajar akan meningkat dibanding hari-hari biasa. Tentunya kita sudah mengantisipasi apabila volume sampah bekas acara papajar menumpuk di area objek wisata,” ujar Dede, Jumat, 6 Februari 2026.

Menurutnya kebiasaan masyarakat secara berkelompok maupun perorangan yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Sukabumi selalu menggelar tradisi papajar sambil botram (makan bersama) di kawasan objek wisata alam dan pantai sebelum memasuki bulan puasa. Sehingga, sampah sisa makanan yang dibekal pengunjung dipastikan menumpuk.

“Menjaga kebersihan di lokasi papajar adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita budayakan membuang sampah di TPS yang telah disediakan. Minimal pengunjung membawa kantong plastik sendiri untuk wadah sampah sisa makanan,” ingatnya.

BACA JUGA   Awalnya Dikira Boneka, Eh Ternyata....

Add New Playlist