Selain reaktor biogas, teknologi solar dryer juga untuk mendukung produktivitas petani, khususnya petani bawang di Desa Loji. Rumah pengering bertenaga surya tersebut membantu proses pengeringan hasil panen tanpa bergantung pada cuaca, sekaligus meningkatkan kualitas dan nilai jual produk.
”Program ini didukung oleh PT Insight Investment Management yang membiayai penuh pembangunan instalasi reaktor biogas dan teknologi solar dryer house,” ungkapnya.
Bupati Sukabumi Asep Japar menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengurangi volume sampah dan menciptakan lapangan kerja. Termasuk sebagai simbol integrasi energi terbarukan dan ketahanan pangan di tingkat desa.
”Pemanfaatan limbah dapur menjadi energi dan pupuk cair turunan biogas dapat mendukung sektor pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil,” cetusnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali menambahkan keberhasilan Kabupaten Sukabumi atas pencapaian swasembada pangan yang belum lama ini mendapat penghargaan dari Presiden perlu diperkuat dengan inovasi pengelolaan limbah dan energi terbarukan.
”Limbah MBG bisa dimanfaatkan untuk mendukung swasembada pangan dan pengurangan sampah domestik di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Nugraha
Editor: M Raya














